Empat Tahun Mengabarkan Nurani!, Sambar.id Rayakan Hari Jadi dengan Kesederhanaan yang Menggugah Berawal Dari Lembang


SAMBAR.ID, BULUKUMBA —
Tidak ada panggung megah, tidak pula gemerlap seremoni berlebihan. Namun dari kesederhanaan itulah, makna justru menemukan ruangnya. 

Media Sambar.id merayakan Hari Jadi ke-4 di Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, dalam suasana hangat, bersahaja, namun sarat nilai reflektif dan komitmen sosial.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Sambar Bulukumba, Paisal, bersama sejumlah insan pers, anggota, serta masyarakat setempat. 


Hadir pula perwakilan Direktorat LP.KPK (Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Berkeadilan), Kamaruddin Karaeng Jonjong, SH, yang turut memberi warna dalam momentum kebersamaan tersebut.


Empat tahun bukan sekadar hitungan waktu bagi Sambar.id. Ia adalah perjalanan sunyi yang ditempa oleh realitas lapangan—tentang keberanian menyuarakan fakta, keteguhan menjaga integritas, dan konsistensi berpihak pada kepentingan publik. 

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap bias dan pragmatis, Sambar.id memilih jalur yang tidak mudah: tetap tajam, independen, dan membumi.


Perayaan yang berlangsung sederhana ini justru menjadi cermin jati diri. Tidak berjarak dengan rakyat, tidak tercerabut dari akar sosial. 


Di Desa Lembang—wilayah yang dikenal dengan kearifan lokal masyarakat adat Kajang—Sambar.id seperti menemukan kembali ruhnya: menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.


Dalam sambutannya, Paisal menegaskan bahwa eksistensi Sambar.id bukan hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai ruang advokasi dan edukasi publik. 


“Empat tahun ini adalah fondasi. Ke depan, tantangannya lebih besar. Tapi kami percaya, selama tetap berpijak pada kebenaran dan kepentingan rakyat, Sambar.id akan terus relevan,” ujarnya.


Dukungan terhadap arah tersebut juga datang dari Pimpinan Redaksi Sambar ID, Dr. Muhammad Nur, SH., S.Pd., MH. Ia menyambut positif peringatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini sebagai bentuk kedekatan media dengan rakyat. 

Menurutnya, kekuatan Sambar.id justru terletak pada keberanian menjaga independensi dan komitmen moral dalam setiap produk jurnalistik.


“Kesederhanaan ini adalah pesan. Bahwa Sambar ID tidak dibangun di atas kemewahan, tetapi di atas kejujuran, keberanian, dan keberpihakan pada kebenaran. Kami akan terus menjaga marwah itu,” tegasnya.


Sementara itu, jurnalis sekaligus penggerak Sambar.id, Dzoel SB, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-4 ini tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh jaringan Sambar ID di berbagai daerah.


Menurutnya, kegiatan ini melibatkan seluruh biro dan kepala perwakilan wilayah (kaperwil) dari Sabang sampai Merauke, yang akan digelar secara bergantian hingga akhir Mei 2026, dimulai dari Desa Lembang sebagai titik awal.


“Ini bukan sekadar perayaan, tapi gerakan kebersamaan. Kami ingin setiap biro menggelar kegiatan di daerahnya masing-masing, agar seluruh rekan di Sambar.id merasa memiliki dan menjadi bagian dari perjalanan ini,” ungkap Dzoel.


Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan membersamai perjalanan Sambar.id selama empat tahun terakhir.


“Kami berterima kasih kepada semua pihak tanpa terkecuali—rekan-rekan jurnalis, mitra, narasumber, serta masyarakat yang terus memberi kepercayaan. Tanpa itu semua, Sambar ID tidak akan sampai pada titik ini,” tuturnya.


Ia menegaskan, konsep sederhana yang diusung bukan tanpa alasan. Justru dari kesederhanaan itu lahir kedekatan, solidaritas, dan rasa tanggung jawab kolektif dalam membangun media yang berakar kuat di tengah masyarakat.


Senada dengan itu, Kamaruddin Karaeng Jonjong menekankan pentingnya media sebagai pilar pengawasan sosial. Ia berharap Sambar.id tetap konsisten dalam mengawal kebijakan publik agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi. 


“Media seperti Sambar.id harus menjadi mata dan telinga rakyat—berani, jujur, dan tidak tunduk pada tekanan,” ujarnya.


Momentum ini juga diisi dengan diskusi ringan yang membahas peran media lokal di tengah dinamika digitalisasi dan tantangan disinformasi. 


Dari obrolan sederhana itu, lahir komitmen bersama: menjaga solidaritas, memperkuat jejaring, dan terus mengabdi melalui karya jurnalistik yang mencerahkan.


Di usia keempatnya, Sambar.id tidak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga meneguhkan arah. Bahwa di tengah dunia yang kian riuh, suara yang jernih dan berintegritas tetap dibutuhkan.


Dari Lembang Kajang, pesan itu bergema—pelan, namun pasti: Sambar.id akan terus berdiri, tidak sekadar mengabarkan, tetapi juga menjaga nurani negeri.

(IcalAsM77)

Lebih baru Lebih lama