Pendamping PKH BPNT Desa Kotasari Achmad Fauzi bersama Kepala Desa Kotasari Kasmirah melaksanakan sosialisasi KIS/BPJS PBI ke warga.
Sambar.id, Subang, Jabar - Pemerintah Desa (Pemdes) Kotasari, Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang mengambil langkah proaktif untuk menjawab keluhan masyarakat terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS/BPJS PBI) yang tiba-tiba tidak aktif di tahun 2026.
Guna mewujudkan pemahaman masyarakat terkait permasalahan tersebut, Pemdes Kotasari kerjasama dengan pendamping PKH, secara terus menerus melaksanakan sosialisasi. Dengan tujuan mulia memberikan perlindungan dasar kepada seluruh masyarakat khusunya dalam hal jaminan kesehatan.
"Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai penyebab penonaktifan dan alur reaktivasi (pengaktifan kembali) agar warga kembali mendapatkan layanan kesehatan gratis," tutur Kepala Desa Kotasari Senin (11/5/2026).
Selain itu menurut Kasmirah, tujuan dari sosialisasi ini guna menjawab keresahan warga dan menjadi wadah dialog langsung untuk menyelesaikan keluhan terkait keaktifan kartu atau administrasi BPJS Kesehatan.
"Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menjawab keluh kesah warga selama ini," tutur Kasmirah.
Selain itu dirinya juga berharap seluruh masyarakat desa memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari upaya promotif hingga kuratif," harapnya.
Sementara itu pendamping PKH BPNT Desa Kotasari, Achmad Fauzi yang didaulat sebagai narasumber menyampaikan, penonaktifan BPJS PBI umumnya terjadi karena pembaruan data dan perubahan kondisi ekonomi. Namun, masyarakat masih dapat mengajukan kembali melalui desa atau dinas sosial jika memenuhi syarat.
"Mengaktifakan KIS sebenarnya tidak terlalu rumit, peserta hanya perlu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak terkait, adapun langkah - langkah yang harus dilaksanakan oleh peserta diantaranya.
1. Cek penyeb diaplikasi mobile JKN.
2. Verifikasi data di DTKS.
3. Urus pendaftaran ulang melalui desa atau kelurahan.
4. Konfirmasi ke Dinas Sosial.
Dengan mengikuti langkah di atas, masyarakat dapat kembali menikmati layanan kesehatan tanpa biaya dan untuk mempermudah, kami pun akan terjun langsung ground chek, ke masing- masing rumah warga," terang Achmad Fauzi. (*)








.jpg)



