Sambar.id, BEKASI |
Cikarang – Semangat pantang menyerah terpancar dari wajah Mang Sain (54), seorang pedagang Cilor (aci telor) legendaris di Wilayah Cikarang Kota. Meski usia tak lagi muda, pria kelahiran 1972 ini tetap setia melayani pelanggan setianya setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Mang Sain merupakan salah satu sosok nyata pejuang ekonomi keluarga. Sehari-harinya, ia menjajakan dagangannya di samping sekolah MI Hidayatussabil. Tak hanya itu, setiap hari Minggu pagi, ia juga aktif berjualan di kawasan industri Jababeka (Jurong), tepatnya di samping jembatan yang menjadi titik kumpul warga.
Perjalanan Panjang dan Tantangan Modal
Menekuni profesi sebagai pedagang cilor sejak tahun 2000, Mang Sain mengaku hasil dagangannya telah cukup untuk menghidupi istri, dua anak, dan tiga orang cucunya. Dengan omzet rata-rata Rp350.000 per hari, ia mampu mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp150.000 setelah dipotong biaya belanja bahan baku sebesar Rp200.000.
"Alhamdulillah, hasil dari jualan cilor ini cukup untuk kebutuhan keluarga sehari-hari," ujar Mang Sain saat ditemui di sela kesibukannya berdagang, Kamis (14/05/2026).
Namun, bagi pedagang, tantangan permodalan seringkali menjadi kendala untuk mengembangkan usaha. Untuk memproduksi cilor berkualitas, Mang Sain setiap harinya membutuhkan bahan baku berupa 2 kg sagu, 2 kg telur, 2 kg minyak goreng curah, serta bumbu dan saus pelengkap lainnya.
Berdaya Bersama Mitra Usaha PGC (MUP)
Kehadiran program Mitra Usaha PGC (MUP) yang diinisiasi oleh Admin dan Ketua (PGC), Iman Surahman, menjadi angin segar bagi Mang Sain. Melalui paket bantuan modal ini, ia merasa sangat terbantu dalam menutupi biaya operasional harian.
"Manfaat MUP sangat terasa untuk menambah modal belanja bahan pokok. Program ini sangat membantu kami, bagi para pedagang, untuk tetap bertahan dan terus berkembang," ungkap Sain Kampung Jati, Desa Cikarang Kota ini.
Bagi Mang Sain, program MUP bukan sekadar bantuan finansial, melainkan juga sarana untuk memperkuat tali persaudaraan dan jiwa sosial antar-pedagang di lingkungan sekolah maupun kawasan industri. Ia pun berharap program ini terus berjalan dan memberikan dampak luas bagi para pelaku pedagang lainnya.
"Semoga MUP terus maju dan pantang mundur. Kita siap sukses bersama," pungkasnya dengan penuh optimisme.
Sumber: Admin/Ketua (PGC), Bersama Tim
(@sambar.id/AR/Red)




.jpg)





.jpg)



