Nur Ali: Hari Buruh Internasional Momentum Kolaborasi Wujudkan Kesejahteraan Pekerja



Sambar.id Bengkulu — Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Fraksi Partai Gerindra, Nur Ali, S.Sos., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Buruh Internasional kepada seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.


Dalam keterangan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, Nur Ali menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat peran buruh dalam pembangunan daerah dan nasional.


“Semoga di Hari Buruh Internasional ini menjadi momen terbaik bagi para buruh untuk tetap semangat. Kami sebagai anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Gerindra mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi mewujudkan kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja,” ujar Nur Ali.


Ia menekankan bahwa buruh merupakan pilar penting dalam menggerakkan roda ekonomi. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja untuk menciptakan iklim kerja yang adil, produktif, dan berkelanjutan.


Nur Ali juga mendorong agar perlindungan terhadap hak-hak pekerja terus diperkuat, sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan, di antaranya:

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
Menurutnya, regulasi tersebut harus diimplementasikan secara konsisten agar tidak hanya menjadi norma hukum di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pekerja di lapangan.


“Hari Buruh harus menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja adalah fondasi utama kemajuan industri dan stabilitas ekonomi,” tegasnya.
Peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei menjadi simbol perjuangan panjang kaum pekerja dalam menuntut keadilan, perlindungan, dan kesejahteraan yang layak. 


Di tengah dinamika ekonomi saat ini, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan buruh tidak tertinggal dalam arus pembangunan.

Laporan: Aprianto
Lebih baru Lebih lama