SAMBAR.ID | SUKABUMI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menerima kunjungan dan audiensi dari perwakilan komunitas pengemudi atau driver ojek online se-Kecamatan Palabuhanratu. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (11/5/2026), guna menampung langsung aspirasi dan harapan para pelaku transportasi berbasis aplikasi di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan itu, para pengemudi menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan dukungan dan perhatian lebih besar terhadap keberadaan serta perkembangan transportasi berbasis aplikasi di wilayah Palabuhanratu. Adapun layanan yang saat ini beroperasi dan menjadi tumpuan ekonomi warga di antaranya Grab, Gojek, Maxim, hingga layanan pengantaran makanan Shopee Food.
Ketua Komunitas Driver Online Palabuhanratu, Aris Apriyadi, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya adalah untuk menyampaikan keresahan sekaligus harapan agar pemerintah daerah membantu memperluas penggunaan dan penerimaan masyarakat terhadap layanan transportasi daring. Menurutnya, dukungan ini sangat krusial karena keberadaan mereka tidak hanya soal transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada roda ekonomi dan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami ingin ada atensi lebih dari Pemda Sukabumi, terutama untuk kami para ojek online, terkait akses memperkenalkan aplikasi dan layanan kami ke masyarakat Palabuhanratu. Tanggapan pemerintah hari ini cukup baik, mendukung, dan memfasilitasi. Mudah-mudahan ke depannya dunia ojek online dan pelaku UMKM di sana bisa ikut membaik dan terangkat ekonominya," ungkap Aris usai pertemuan.
Selain membahas pengembangan usaha, dalam audiensi tersebut komunitas juga menyinggung Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan pelajar membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah. Aris menilai kebijakan ini sangat tepat dan penting demi keselamatan generasi muda.
"Kami sangat mendukung kebijakan itu. Ini demi keselamatan adik-adik pelajar agar tetap aman dan sehat, serta tidak terlalu berisiko menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah," tegasnya.
Aris berharap ke depan terjalin kerja sama yang makin erat antara pemerintah daerah, perusahaan penyedia aplikasi, dan komunitas pengemudi. Kolaborasi ini dinilai kunci utama untuk mendukung perkembangan transportasi digital yang tertib, aman, dan bermanfaat luas di Kabupaten Sukabumi.
Merespons berbagai masukan yang disampaikan, Sekda H. Ade Suryaman menyambut baik dan mengapresiasi langkah komunitas yang berani menyampaikan aspirasi secara langsung dan konstruktif. Ia memastikan seluruh poin yang disampaikan akan dicatat dan ditindaklanjuti bersama dinas terkait.
Secara khusus, Sekda menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat langkah pengawasan dan sosialisasi terkait edaran gubernur soal larangan membawa kendaraan bermotor bagi pelajar. Langkah konkret akan segera diambil agar aturan tersebut berjalan efektif di lapangan.
"Kita akan tegaskan kembali isi surat edaran gubernur tersebut melalui Dinas Pendidikan. Kami akan minta agar dinas terkait kembali melayangkan surat edaran dan imbauan resmi ke setiap sekolah di wilayah Kabupaten Sukabumi, agar keselamatan pelajar tetap menjadi prioritas utama," pungkas H. Ade Suryaman menutup pertemuan yang berjalan hangat dan penuh kesepahaman tersebut.
[Hans]







.jpg)



