Sambar.id TANJUNG JABUNG BARAT, JAMBI – Kondisi infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan banyaknya tiang listrik yang tampak miring serta kabel jaringan yang menjuntai rendah di sepanjang jalur Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, hingga Desa Kelagian, Kecamatan Tebing Tinggi.
Keluhan tersebut bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan pelayanan publik. Bagi masyarakat yang setiap hari melintas dan beraktivitas di sekitar jaringan listrik tersebut, kondisi itu dinilai telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Berdasarkan pantauan warga di lapangan, beberapa tiang listrik terlihat tidak lagi berdiri tegak sebagaimana mestinya. Sebagian bahkan tampak mengalami kemiringan yang cukup signifikan sehingga memunculkan kekhawatiran akan kekuatan konstruksi penyangga jaringan listrik tersebut.
Di sejumlah titik, kabel jaringan listrik juga terlihat menggantung lebih rendah dari kondisi yang lazim ditemukan pada jaringan distribusi listrik. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena berada di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas warga dan kendaraan yang melintas setiap hari.
Persoalan tersebut, menurut warga, bukanlah masalah baru. Mereka mengaku telah menyaksikan kondisi itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya penanganan menyeluruh yang mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Hasan, salah seorang warga yang ditemui tim media, mengatakan bahwa keresahan masyarakat semakin meningkat karena hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret yang signifikan untuk melakukan pembenahan terhadap jaringan yang dianggap rawan tersebut.
"Kami bukan ingin mencari kesalahan siapa pun. Yang kami inginkan adalah keselamatan masyarakat. Kondisi tiang yang miring dan kabel yang rendah ini sudah lama terjadi. Jangan sampai ada musibah terlebih dahulu baru dilakukan tindakan," ujar Hasan.
Menurutnya, kondisi jaringan yang memprihatinkan itu dapat dijumpai di berbagai titik sepanjang jalur yang menghubungkan beberapa desa, mulai dari Desa Lumahan, kawasan Sungai Rambe, hingga Desa Kelagian di Kecamatan Tebing Tinggi.
Selain persoalan konstruksi tiang dan kabel, warga juga menyoroti banyaknya vegetasi yang tumbuh di sekitar jaringan listrik. Pohon kelapa sawit, akasia, hingga eukaliptus terlihat berada dalam jarak yang dinilai cukup dekat dengan kabel listrik.
Keberadaan vegetasi tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama saat terjadi hujan lebat, angin kencang, maupun cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan dahan atau pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik.
Masyarakat menilai bahwa pemeliharaan koridor jaringan listrik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keamanan distribusi tenaga listrik kepada masyarakat. Karena itu, mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan.
Di sisi lain, warga juga mempertanyakan efektivitas pengawasan dan inspeksi rutin terhadap jaringan listrik di wilayah pedesaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
Bagi masyarakat, listrik merupakan kebutuhan vital yang tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga menyangkut keselamatan publik. Oleh karena itu, kondisi infrastruktur yang dianggap tidak layak harus segera mendapat perhatian serius.
Sejumlah tokoh masyarakat menyebut bahwa persoalan ini seharusnya menjadi perhatian bersama antara pihak penyelenggara layanan listrik, pemerintah daerah, serta instansi teknis yang memiliki kewenangan dalam pengawasan infrastruktur publik.
Mereka menilai langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan tindakan setelah terjadinya insiden. Sebab, risiko yang muncul akibat kerusakan jaringan listrik tidak hanya berpotensi mengganggu pelayanan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
Hasan menegaskan bahwa masyarakat tidak menginginkan polemik berkepanjangan. Mereka hanya berharap adanya pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap seluruh jaringan yang dinilai mengalami penurunan kualitas.
"Kami berharap ada tim yang benar-benar turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang kami maksud. Dengan begitu, keputusan yang diambil nantinya benar-benar berdasarkan fakta di lapangan," katanya.
Warga juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan dan ketentuan mengenai ruang bebas jaringan listrik sebagaimana yang diatur dalam berbagai regulasi teknis terkait ketenagalistrikan dan keselamatan infrastruktur publik.
Menurut mereka, keberadaan pohon yang terlalu dekat dengan jaringan listrik maupun kondisi tiang yang mengalami kemiringan perlu segera diinventarisasi agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Masyarakat berharap PLN sebagai perusahaan milik negara yang bertanggung jawab dalam pelayanan ketenagalistrikan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jaringan di wilayah pedesaan yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu langkah nyata berupa inspeksi lapangan, evaluasi teknis, serta program perbaikan yang terukur guna memastikan seluruh jaringan listrik di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman dan layak beroperasi.
Bagi masyarakat di sepanjang jalur Desa Lumahan hingga Desa Kelagian, harapan mereka sederhana: jangan menunggu insiden terjadi untuk melakukan pembenahan. Keselamatan warga, menurut mereka, harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk layanan ketenagalistrikan.
Jurnalis: Apriandi
Editor: Redaksi









.jpg)



