Alumni Tariqat Naqsabandiyah Batch 2007 Serukan Semangat Hijrah dan Penguatan Akhlak di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Oleh: Apriandi Tj

Samabar.id, JAMBI |

Opini — Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai sebagai sarana refleksi diri dan penguatan nilai-nilai keislaman oleh Keluarga Besar Apriandi Tanjung Batch 2007 Alumni Tariqat Naqsabandiyah. Melalui peringatan tahun baru hijriah, alumni mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai fondasi membangun kehidupan yang lebih baik.


Peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dipandang sebagai pergantian kalender keagamaan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap perjalanan spiritual, sosial, dan kebangsaan. Semangat hijrah dinilai relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.


Jurnalis Sambar.id, Apriandi Tanjung, mengatakan bahwa makna hijrah harus diterjemahkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan ke arah yang lebih baik harus dimulai dari pembenahan diri, keluarga, hingga lingkungan sosial.


"Hijrah bukan sekadar perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi transformasi sikap, perilaku, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas keimanan serta kontribusi kepada masyarakat," ujarnya, Selasa.


Ia menilai masyarakat Indonesia saat ini membutuhkan penguatan nilai moral dan etika sebagai benteng menghadapi berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.


Dalam konteks kebangsaan, semangat hijrah juga dinilai penting untuk memperkuat persatuan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.


Alumni Tariqat Naqsabandiyah Batch 2007 menegaskan bahwa penguatan akhlak harus menjadi prioritas bersama. Pendidikan karakter sejak usia dini dinilai menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.


Selain itu, perkembangan dunia digital juga menuntut masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu disinformasi dan perpecahan di tengah masyarakat.


Karena itu, literasi digital dan literasi keagamaan perlu berjalan beriringan agar masyarakat mampu menyaring informasi secara kritis serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan.


Para alumni juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat semangat belajar, bekerja keras, dan berkarya bagi kemajuan daerah maupun bangsa.


Menurut mereka, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas dan akhlak mulia.


Di tengah dinamika global yang terus berkembang, Indonesia membutuhkan generasi yang mampu bersaing secara profesional tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan budaya.


Semangat hijrah juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang produktif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di berbagai sektor kehidupan.


Para alumni berharap peringatan 1 Muharram tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi beberapa bidang yang dapat diwujudkan sebagai implementasi nilai-nilai hijrah dalam kehidupan bermasyarakat.


Mereka menegaskan bahwa agama memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang berkeadilan, damai, dan bermartabat. Oleh sebab itu, sinergi antara tokoh agama, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil perlu terus diperkuat.


Dalam kesempatan tersebut, Alumni Tariqat Naqsabandiyah Batch 2007 juga menyampaikan doa agar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Harapan tersebut disertai komitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berdampak positif bagi pembangunan daerah serta penguatan persatuan nasional.


Momentum 1 Muharram diharapkan menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.


Dengan mengusung semangat "Bersatu, Berkontribusi, Berakhlak Mulia", Alumni Tariqat Naqsabandiyah Batch 2007 mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat iman, memperkokoh persaudaraan, serta membangun Indonesia yang lebih maju, damai, dan berkeadaban.


Jambi 16 Juni 2026/1 Hijrah 1448

Apriandi Tj

@sbr_id/red

Lebih baru Lebih lama