DI TENGAH LINGKUNGAN NON-PESANTREN, DESA GUNUNG KARAMAT BERAMBISI CETAK 1.000 HAFIDZ AL-QURAN MELALUI PERINGATAN 1 MUHARRAM 1447 H


SAMBAR.ID | SUKABUMI – Semangat keagamaan yang luar biasa terlihat di Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, saat menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah. Kegiatan yang dimulai sejak Minggu (14/6/2026) di halaman Kantor Desa ini menjadi bukti nyata bahwa semangat menghafal Al-Qur’an tidak hanya tumbuh subur di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat berkembang pesat di masyarakat umum.


Kepala Desa Gunung Karamat, Subaeta, saat ditemui di kantornya mengungkapkan fakta unik mengenai desanya. Ia menyadari bahwa Desa Gunung Karamat berdiri di area yang tidak dikelilingi oleh pondok pesantren besar, berbeda dengan beberapa wilayah lain di Sukabumi yang dikenal sebagai kawasan santri. Namun, keterbatasan lingkungan tersebut justru memicu ambisi besarnya untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

“Meskipun desa kami bukan berada di lingkungan yang notabene dikelilingi pondok pesantren, kami memiliki tekad kuat. Ambisi kami untuk mencetak 1.000 hafidz Al-Qur’an dari warga desa ini adalah hal yang luar biasa dan menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ungkap Subaeta dengan penuh keyakinan.


Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Pemerintah Desa menggulirkan perlombaan Tahfidz Qur’an tingkat TPQ dan Awaliyah sebagai pembuka rangkaian acara 1 Muharram 1447 H. Adapun rangkaian kegiatan 1 Muharram ini selain lomba Tahfidz Qur'an juga pada acara puncak akan digelar pawai obor yang disertai dengan tabligh akbar.

Ratusan peserta dari berbagai dusun antusias mengikuti kompetisi ini. Subaeta menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang desa dalam membangun karakter religius masyarakat.


“Ini adalah agenda rutin tahunan kami, mengingat terdapat tiga agenda tahunan yang sudah rutin dan wajib dilaksanakan yaitu perayaan 17 Agustus dengan menghadirkan perlombaan panjat pinang yang jumlahnya disesuaikan dengan angka HUT RI, dan Festival 1.000 Tumpeng. Kami ingin membuktikan bahwa di tengah keterbatasan fasilitas pesantren formal, semangat tahfidz bisa hidup melalui dukungan keluarga dan lingkungan desa,” tambahnya.


Subaeta juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Desa, masyarakat, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Gunung Karamat. Ia pun menyatakan komitmen pribadi untuk mendukung kegiatan ini, baik dari segi tenaga, pikiran, maupun finansial, selain mengandalkan gotong royong warga.


Sementara itu, Syamsul Fardika, Koordinator Pelaksana Kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari perlombaan tahfidz ini adalah mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan cinta Al-Qur’an.

“Kami ingin anak-anak kita bangga bisa menghafal Al-Qur’an meskipun mereka sekolah di sekolah umum. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada malam puncak acara Senin malam nanti, disertai pawai obor dan tabligh akbar,” ujar Syamsul.


Langkah progresif Desa Gunung Karamat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi, bahwa pendidikan agama dan pembentukan karakter islami dapat berhasil diterapkan di berbagai lapisan masyarakat, terlepas dari latar belakang lingkungan tempat tinggalnya.


[Hans] 

Lebih baru Lebih lama