Perkuat Produksi Pangan Nasional, Kementan RI Percepat Gerakan Percepatan Semai Di 11 Kabupaten Di Jawa Barat


Inspektorat Jenderal Kementrian Pertanian RI PLH Dirjen kementrian Tanaman Pangan Letjen TNI (Pur) Irham Waroiham secara simbolis tanam padi di Desa Bojongjaya Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang (Poto: Asep Ocay)


Sambar.id,  Subang, Jabar - Kementrian Pertanian Republik Indonesia
(Kementan RI)  terus memperkuat produksi pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan di 11 Kabupaten di Jawa Barat.


Kegiatan yang dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementrian Pertanian RI Plh. Direktur Jendral Tanaman Pangan Letjen TNI (Pur) Irham Waroiham ini dipusatkan di Desa Bojongjaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Kamis (18/6/2026).

Inspektur Jenderal Kementan  yang juga Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Irham Warohian, mengatakan percepatan tambah luas tanam (LTT) menjadi strategi utama pemerintah dalam mempertahankan produksi padi selama periode Juni hingga September yang identik dengan meningkatnya risiko kekeringan. Percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim.

"Percepatan tanam menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Seluruh lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera ditanami agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi dan memperkuat swasembada pangan," ucap  Irham Waroiham.

Irham Waroiham menambahkan bahwa pemanfaatan air dan alat serta mesin pertanian (alsintan) menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan tanam di wilayah Jawa Barat.


"Penggunaan alsintan seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

Lebih lanjut Irham menjelaskan, guna mendukung percepatan tanam, Kementan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PLN, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, TNI, hingga instansi teknis terkait. Penguatan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga terus dilakukan agar pendampingan kepada petani berjalan optimal.

"Percepatan tanam adalah kunci menjaga kesinambungan produksi. Dengan kerja sama seluruh pihak, kita harus memastikan tidak ada potensi lahan yang menganggur dan setiap peluang tanam dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Irham.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementan optimistis target luas tambah tanam dan produksi padi nasional dapat tercapai. Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan beras, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat fondasi swasembada pangan nasional. (*)
Lebih baru Lebih lama