Sambar.id Cirebon – Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Cikeusik Kabupaten Cirebon (Tahap IV) senilai Rp45.056.000.000 yang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dan dikerjakan oleh PT Waskita Jaya Purnama menjadi sorotan DPP KOMPAK. Proyek yang tengah berlangsung di wilayah Kecamatan Losari, meliputi Desa Kalisari, Kalirahayu, Ambulu, dan Tawangsari tersebut dinilai perlu mendapat pengawasan yang lebih ketat.
Ketua KOMPAK Basis Losari, Kozin, mengaku menemukan dugaan penggunaan material batu yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis proyek. Dugaan tersebut disampaikan setelah dirinya bersama tim melakukan investigasi di sejumlah titik pekerjaan.
Menurut Kozin, material batu yang digunakan diduga merupakan jenis batu Setan yang mudah rapuh ketika terendam atau terkena air sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan ketahanan konstruksi. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu diuji dan diverifikasi oleh pihak yang berwenang melalui pemeriksaan teknis.
"Kami menduga material batu yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana mestinya. Jangan sampai proyek yang dibiayai oleh uang rakyat dengan nilai lebih dari Rp45 miliar ini dikerjakan tanpa mengutamakan mutu dan kualitas. Pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan," ujar Kozin Sabtu (27/6/26).
Ia mendesak BBWS Cimanuk-Cisanggarung, konsultan pengawas, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas material yang digunakan agar pelaksanaan proyek tetap sesuai dengan spesifikasi teknis, kontrak kerja, dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KOMPAK, Sudarto, S.H., menegaskan bahwa proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) wajib dilaksanakan sesuai gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
"Setiap rupiah yang berasal dari APBN harus dipertanggungjawabkan. Kontraktor tidak boleh mengurangi kualitas pekerjaan maupun material. Kami akan mengawal proyek ini hingga selesai. Dalam waktu dekat, DPP KOMPAK akan melayangkan surat resmi kepada BBWS Cimanuk-Cisanggarung sekaligus menyiapkan aksi penyampaian aspirasi agar dilakukan evaluasi serta audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut," tegas Sudarto.
Menurutnya, pengawasan terhadap proyek strategis pemerintah harus dilakukan secara maksimal karena menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya para petani yang bergantung pada jaringan irigasi sebagai penunjang sektor pertanian. Ia berharap kualitas pekerjaan benar-benar menjadi prioritas agar bangunan memiliki daya tahan sesuai umur rencana dan memberikan manfaat jangka panjang.
DPP KOMPAK juga mendorong adanya transparansi dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Transparansi tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian bahwa proyek dilaksanakan sesuai standar teknis, ketentuan kontrak, dan prinsip akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung maupun PT Waskita Jaya Purnama belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan dugaan yang disampaikan DPP KOMPAK.
( ** )








.jpg)



