SAMBAR.ID, Poso, Sulteng - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, menutup secara resmi Turnamen Piala Taruna Cup di Desa Kalora, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sabtu (4/7/2026). Kehadiran gubernur disambut antusias oleh ratusan masyarakat yang memadati lokasi pertandingan.
Partai final berlangsung meriah dengan mempertemukan tim-tim terbaik. Lalanga Sakti berhasil tampil sebagai juara setelah menunjukkan permainan terbaik dan berhak membawa pulang trofi Turnamen Piala Taruna Cup.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi Pemerintah Desa Kalora, panitia pelaksana, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen hingga berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
"Selamat kepada Desa Kalora atas terselenggaranya turnamen ini. Saya berharap ke depan kegiatan seperti ini semakin maju, semakin tertib, semakin aman, serta menjadi ajang mempererat persaudaraan dan membawa manfaat bagi masyarakat. Semoga masyarakat Desa Kalora semakin sejahtera," ujar Anwar Hafid.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tim peserta. Menurutnya, esensi sebuah kompetisi bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi menjunjung tinggi sportivitas, mempererat silaturahmi, serta menjadikan olahraga sebagai sarana membangun persatuan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta, Gubernur Anwar Hafid menyerahkan bonus kepada para pemenang. Juara pertama, kedua, ketiga, dan keempat masing-masing menerima bonus sebesar Rp5 juta.
"Semoga bonus ini menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi olahraga di Sulawesi Tengah," katanya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, Pemerintah Desa Kalora, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama turnamen berlangsung.
Penutupan Turnamen Piala Taruna Cup berlangsung semarak dan penuh keakraban. Antusiasme masyarakat yang memadati arena pertandingan menjadi bukti bahwa olahraga bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.***











