Kepala Desa Cigugur bersama warga gotong royong bangun tambak limpas. (Poto: Asep Ocay)
Sambar.id Subang, Jabar - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Desa (Pemdes) Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, terus melakukan antisipasi dampak kekeringan dengan membuat tambak limpas.
Pembuatan tambak limpas yang diinisiasi oleh Kepala Desa Cigugur ini merupakan langkah taktik yang sangat efektif untuk menyimpan cadangan air komunal, mencegah tanah kekeringan, dan memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.
Kepala Desa Cigugur H.Carnaka menyampaikan, dengan di buatnya tambak limpas di saluran kali sewo ini guna mengoptimalisasi pasakokan air dan sebagai upaya pemerintah desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian warganya.
"Melihat situasi dan kebutuhan yang krusial kami (pemdes) bersama petani dan warga melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan tambak limpas di aliran Kali Sewo. Ini merupakan upaya kami bersama petani untuk mengantisipasi dampak kekeringan," tutur H.Carnaka, Minggu (05/7/2026).
Dengan berbagai upaya tersebut, pihaknya berharap pembuatan tambak limpas yang dilakukan pemerintah desa bersama petani ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bisa meningkatkan ketersediaan air untuk 100 hektar areal pesawahan yang ada di Blok Lodong, Blok Sewo dan Blok Jarak desa Cigugur Kaler.
"Karena lahan petani butuh sumber air, sedangkan pasokan air sangat sedikit maka kami melakukan pembuatan penampungan air, yang nantinya insyaallah bisa mengairi ratusan hektar tanaman padi," ucap H.Carnaka.
Langkah strategis yang dilakukan oleh Kepala Desa Cigugur dengan membuat tambak limpas ini mendapat apresiasi dari para petani, karena menurut petani kondisi pendangkalan sedimentasi lumpur dari saluran irigasi sangat sulit petani memperoleh pasokan air untuk mengairi ke sawah diwilayah tersebut.
"Dengan adanya inisiatif dari Pa Kuwu Carnaka kami para petani sangat berterimakasih dan mengapresiasi, Pa Kuwu bisa membaca kebutuhan petani ditengah kesulitan pasokan air dan serangan hama tikus," ungkap warga. (*)











