Bukan Sekadar Wacana! Pengelolaan Sampah RDF Segera Terwujud di OKU, Ubah Sampah Jadi Sumber Energi & Nilai Ekonomi


SAMBAR.ID | BATURAJA – Harapan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memiliki sistem pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan segera menjadi kenyataan. Pemerintah Kabupaten OKU menjalin kerja sama strategis dengan PT Asiana dan PT Semen Baturaja untuk mewujudkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi tinggi.

 

Langkah nyata ini ditandai dengan pelaksanaan rapat kesepakatan yang berlangsung di Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU, Senin (6/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., turut hadir Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya, serta perwakilan PT Asiana Ferdinan.

 

Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen ketiga pihak untuk mewujudkan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan, yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Bupati OKU menegaskan bahwa pembangunan fasilitas RDF ini merupakan cita-cita yang telah lama direncanakan dan dipersiapkan matang. Pemerintah bahkan telah melakukan kajian mendalam dan studi banding ke fasilitas serupa di Cilacap dan Gresik guna memastikan keberhasilan penerapan teknologi ini di OKU.

 

"Kami ingin ke depan pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan berubah menjadi berkah. Sampah akan diolah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai ekonomi tinggi," tegas Bupati Teddy.

 

Lebih jauh ia menjelaskan, keberadaan fasilitas ini akan mendorong ekonomi sirkular, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Terkait pasokan bahan baku, Bupati memastikan ketersediaan sampah aman dan berkelanjutan, bahkan telah membuka peluang kerja sama dengan daerah sekitar untuk mendukung operasionalnya.

 

"Harapan kami sederhana: OKU menjadi daerah yang lebih bersih, nyaman, dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah ini," tambahnya.

 

Sementara itu, perwakilan PT Asiana, Ferdinan, menyatakan keseriusan pihaknya untuk berinvestasi. "Kami siap melakukan investasi murni di sini. Saat ini proses tinggal menunggu penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) agar kerja sama ini segera berjalan," ujarnya optimis mengingat pihaknya sudah berpengalaman membangun fasilitas serupa di berbagai daerah.

 

Direktur Utama PT Semen Baturaja, Suherman Yahya, sangat menyambut baik rencana ini. Menurutnya, pasokan bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah ini sangat dibutuhkan industri semen untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

 

"Ini sudah lama kami nantikan. Kami pastikan ini bukan sekadar wacana, tapi akan segera nyata. PT Semen Baturaja berkomitmen penuh mendukung realisasi pembangunan RDF di Kabupaten OKU," tandas Suherman Yahya.

 

 *Tim*

Lebih baru Lebih lama