Calon Kades Sukaraya H. Mulyono Paparkan Program Unggulan Saat Gelar Ramah Tamah di Sukamantri

Sambar.id, BEKASI |

Karang Bahagia/Sukaraya — Puluhan warga Kampung Sukamantri RT 004/002, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, memadati lokasi pertemuan ramah tamah bersama calon Kepala Desa Sukaraya, H. Mulyono Bin H. Barjo, pada Minggu (19/7/2026) malam.


Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga kaum ibu yang ingin mengenal lebih dekat sosok calon pemimpin mereka.


Acara dibuka oleh Ustadz Aceng selaku pembawa acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kesediaan sang calon kepala desa untuk bertatap muka langsung dengan warga.


"Selamat datang kepada Bapak Calon Lurah Desa Sukaraya, yaitu Bapak H. Mulyono Bin H. Barjo beserta rekan-rekan sekalian. Agenda malam ini didasari keinginan warga di lingkungan RT 004/002 dan sekitarnya untuk bersilaturahmi, sekaligus mengenal langsung sosok calon kepala desa yang selama ini mungkin hanya didengar namanya saja," ujar Ustadz Aceng saat membuka acara.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting bagi H. Mulyono untuk memperkenalkan diri secara resmi untuk periode kepemimpinan 2026–2034. Tidak sekadar tatap muka, ia juga memaparkan visi, misi, dan program unggulan demi kemajuan Desa Sukaraya.


Dalam pemaparannya, H. Mulyono menekankan komitmennya pada program kesejahteraan sosial dan pengelolaan aset desa yang transparan serta berpihak pada masyarakat. Salah satu program yang langsung mendapat sambutan riuh adalah rencana pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD).


"Insya Allah, program ke depan yang akan saya bawa di antaranya melakukan pemanfaatan lahan TKD seluas 5 hektare untuk anak-anak yatim dan warga yang tidak mampu. Saya rasa dari awal sampai saat ini belum ada yang melakukan itu. Kita harus berbagi dengan mereka yang membutuhkan," tegas H. Mulyono disambut tepuk tangan warga.


Selain pemanfaatan lahan, H. Mulyono menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kultur gotong royong dengan memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk andil dalam roda pemerintahan desa.


Ia juga meluncurkan program penggratisan fasilitas Aula Desa untuk keperluan warga, seperti acara khitanan atau pernikahan, serta pengadaan mobil ambulans khusus untuk tim kesehatan desa.

Tata Kelola Makam hingga Pemberdayaan Pemuda


Memasuki sesi tanya jawab yang interaktif, warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi secara konkrit. Menanggapi keluhan seputar biaya pemakaman yang dinilai tinggi dan kerap "dibisniskan", H. Mulyono berjanji akan melakukan penataan ulang.


"Kami akan menata ulang para pekerja penggali makam agar prosesnya tertib dan tidak ada pihak yang bertindak semaunya. Kami juga merencanakan pengajuan pelebaran area pemakaman yang sudah ada," tuturnya.


Terkait aspirasi kepemudaan Sukaraya yang kesulitan mendapatkan wadah berkegiatan positif, H. Mulyono menegaskan akan mengaktifkan kembali Karang Taruna menggunakan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD). Wadah ini nantinya fokus pada kegiatan sosial serta pelatihan kerja seperti sertifikasi pengelasan, crane, dan forklift guna membekali pemuda lokal menghadapi dunia industri.


Di akhir sesi, tim mengumpulkan nomor kontak para ketua komunitas pemuda untuk koordinasi lanjutan. Berdasarkan pengalamannya sebagai pekerja lapangan, H. Mulyono berkomitmen untuk lebih banyak turun langsung ke masyarakat ketimbang hanya berdiam di kantor jika terpilih nanti.


Gandeng Jamkeswatch untuk Jaminan Kesehatan


Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, hadir pula perwakilan Tim Relawan Kesehatan Jamkeswatch Kabupaten Bekasi. Kehadiran mereka menegaskan komitmen untuk mempermudah akses layanan kesehatan di tingkat desa secara gratis.


"Ke depan, kita akan pastikan ambulans standby di desa. Jadi, ketika ada warga yang membutuhkan, pelayanan dapat segera dilakukan tanpa adanya pungutan biaya dari oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar perwakilan Jamkeswatch.


Selain ambulans gratis, Jamkeswatch akan fokus melakukan pendampingan pasien, mulai dari penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga memastikan pemenuhan hak kamar perawatan bagi pemegang BPJS Kesehatan maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).


Relawan juga menyatakan siap membantu warga yang mengalami kendala administrasi, seperti pengaktifan kembali kartu KIS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dinonaktifkan, dengan berkoordinasi langsung ke Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.


Rangkaian acara malam tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah, foto bersama, serta doa bersama demi terwujudnya pelayanan publik dan jaminan kesehatan yang merata di Desa Sukaraya.


(@sbr_id/red)

Lebih baru Lebih lama