Mahasiswa KKN Tematik UNIB Kelompok 67 Tinggalkan Jejak Nyata di Desa Pagar, Perpisahan Haru Warnai Akhir Pengabdian 45 Hari



Sambar.id SELUMA – Suasana haru menyelimuti malam perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 67 Universitas Bengkulu di Desa Pagar, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Rabu malam (29/7/2026). Setelah menjalankan pengabdian selama 45 hari, para mahasiswa resmi mengakhiri masa tugas mereka dengan meninggalkan berbagai program yang dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat.



Acara yang digelar di Sekretariat KKN Tematik Universitas Bengkulu di Desa Pagar itu dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda, serta ratusan warga. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan pengabdian yang tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.



Ketua Kelompok 67, Devan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pagar atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan KKN.



"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pagar yang telah menerima kami sebagai bagian dari keluarga selama 45 hari. Seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan semua pihak. Kami juga memohon pamit dan berharap silaturahmi ini tetap terjaga," ujarnya.



Selama berada di Desa Pagar, mahasiswa KKN berhasil merealisasikan delapan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, yakni:
Pembuatan papan selamat datang desa.
Pembuatan papan nama perangkat desa.
Sosialisasi pembuatan sabun cuci piring.


Pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah.
Sosialisasi penggunaan QRIS untuk transaksi digital.
Pembuatan alat penyebar pupuk sederhana.
Sosialisasi pencegahan bullying dan pernikahan dini.
Sosialisasi pengelolaan sampah organik.



Seluruh program tersebut mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



Dalam acara tersebut juga ditampilkan dokumentasi seluruh kegiatan KKN melalui layar yang dipasang di lokasi acara. Ratusan warga tampak antusias menyaksikan perjalanan pengabdian mahasiswa sejak hari pertama hingga penutupan.



Momen penyampaian kesan dan pesan menjadi bagian paling emosional. Tangis haru pecah ketika mahasiswa dan warga saling menyampaikan ucapan terima kasih serta doa terbaik.



Salah seorang anggota KKN, Bunga, mengaku berat meninggalkan Desa Pagar yang telah menjadi rumah kedua selama masa pengabdian.



"Dalam tangis ada tawa, dalam tawa ada duka. Tidak terasa 45 hari telah berlalu. Tugas KKN memang selesai, tetapi kenangan bersama masyarakat Desa Pagar akan selalu kami bawa," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.



Perwakilan masyarakat juga menyampaikan rasa bangga dan puas atas kehadiran mahasiswa Universitas Bengkulu. Menurut mereka, berbagai ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi warga.



"Kami sangat puas dengan kehadiran mahasiswa KKN di desa kami. Mereka bukan hanya datang menjalankan tugas, tetapi benar-benar berbagi ilmu yang bisa kami praktikkan. Semoga semua mahasiswa cepat menyelesaikan kuliah dan sukses di masa depan," ujar salah seorang perwakilan ibu-ibu.



Perpisahan itu menjadi bukti bahwa program KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa melalui inovasi, edukasi, dan pemberdayaan.
Tim Liputan: Aprianto







Lebih baru Lebih lama