Tanaman padi di Desa Rancadaka sudah mulai layu akibat kurang pasokan air.
Sambar.id Subang, Jabar - Ratusan hektare lahan tanaman padi di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, dipastikan mengalami gagal panen akibat kurangnya pasokan air yang mengakibatkan tanaman mulai layu dan mati
Petani pemilik sawah yang berada di wilayah Rancadaka sementara ini hanya mengandalkan saluran irigasi dari Tarum Timur dan air hujan untuk mengairi tanaman padinya.
Petani asal Desa Rancadaka Doglong menuturkan kurangnya pasokan air ini bisa mengancam ke pertumbuhan padi, karena sebagian tanaman padi ini rata rata berusia muda, ada juga yang masih dalam air yang cukup agar tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan bisa cepat tanam. Apabila pasokan air terus berkurang, bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan padi, tanaman padi pun akan tumbuh kerdil, dan petani terancam gagal panen," tuturnya.
Lebih lanjut Doglong mengatakan, "kalau melihat kondisi seperti sekarang ini kemungkinan besar petani tidak akan bisa panen, terutama di Blok Kopak Kidul, Kopak Kaler dan Blok Kepuh, kalau panen pun paling bisa hanya 40 % saja, itu juga harus mengeluarkan uang lebih besar, karena untuk bisa mengairi sawah, petani harus nyedot air dari sumur pantek, itupun kalau ada sumber airnya, sedangkan di wilayah Rancadaka sendiri sumber air sangat sulit,” katanya.
Kurangnya pasokan air ke wilayah Pusakanagara khususnya wilayah Rancadaka mendapat perhatian serius dari Kepala Desa Rancadaka H.M Sueb.
"Saya sangat prihatin sekali terhadap nasib petani Desa Rancadaka, ketika musim hujan terjadi banjir dan ketika musim kemarow kekurangan air, dan ini perlu penanganan serius dari berbagai pihak, baik itu Dinas Pertanian maupun pihak PJT Jatiluhur," tegasnya.
Iapun mengajak kepada semua rekan Kepala Desa se-Kecamatan Pusakanagara untuk merapatkan barisan membantu memperjuangkan nasib para petani yang berada di wilayah Pusakanagara.
"Bila perlu kita datang ke Bupati Subang meminta solusi terbaik dan agar ada perhatian dari para pihak pemangku kebijakan agar tanaman padi para petani bisa terselamatkan," pungkasnya. (*)
"Saya sangat prihatin sekali terhadap nasib petani Desa Rancadaka, ketika musim hujan terjadi banjir dan ketika musim kemarow kekurangan air, dan ini perlu penanganan serius dari berbagai pihak, baik itu Dinas Pertanian maupun pihak PJT Jatiluhur," tegasnya.
Iapun mengajak kepada semua rekan Kepala Desa se-Kecamatan Pusakanagara untuk merapatkan barisan membantu memperjuangkan nasib para petani yang berada di wilayah Pusakanagara.
"Bila perlu kita datang ke Bupati Subang meminta solusi terbaik dan agar ada perhatian dari para pihak pemangku kebijakan agar tanaman padi para petani bisa terselamatkan," pungkasnya. (*)










