SAMBAR.ID, Makassar, Sulsel - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Sulawesi Selatan resmi bergulir. Bertempat di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada 23–30 Agustus 2026, ajang dua tahunan ini turut diikuti oleh Kafilah Korpri Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dalam helatan tahun ini, Sulteng mengirimkan 8 peserta yang berlaga di 6 cabang lomba. Dukungan langsung diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulteng sekaligus Pembina Korpri Sulteng, Dr. Hj. Sitti Asma Ul Husnasyah, SE., MM., M.Si., yang meninjau langsung para kafilah di berbagai venue pertandingan.
Ajang yang dibuka resmi oleh Menteri Agama RI pada Senin (24/8/2026) ini mulai mempertandingkan babak awal sejak Selasa (25/8/2026).
Perlombaan diawali dari cabang Kaligrafi Dekorasi di Auditorium PT Semen Tonasa, Pangkep, yang diikuti oleh Rusdianto dan Shohifah Mawaddah Asran.
Perjuangan berlanjut pada Rabu (26/8/2026) di sejumlah titik di Kota Makassar. Cabang Tilawah (Taslim), Tartil (Mikdan), dan Doa (Mohamad Syarif Zamrud) dipusatkan di Asrama Haji Sudiang. Sementara itu, cabang Dakwah (Ardian) berlangsung di Lapangan Karebosi, serta cabang Adzan (Affan) digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Melihat tersebarnya lokasi pertandingan, Sitti Asma Ul Husnasyah menyempatkan diri berkeliling menyambangi para peserta guna memastikan kondisi fisik dan mental mereka tetap terjaga. Menurutnya, partisipasi ASN dalam ajang religi ini sangat penting untuk membentuk fondasi karakter pegawai.
"Terlepas dari jabatan saya sebagai Kaban BKD dan Pembina Korpri, ajang religi seperti ini perlu kita atensi penuh. Sisi spiritualitas sebagai umat beriman harus terus diasah karena keimanan itu bisa naik dan turun," ujar Sitti Asma.
Ia menambahkan, nilai keimanan dan ketakwaan berbanding lurus dengan kinerja serta integritas seorang aparatur negara dalam melayani masyarakat.
"Ketika bekerja dilandasi keimanan dan ketakwaan, yang dicapai bukan sekadar keberhasilan tugas, melainkan juga ketenangan jiwa. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan menghindarkan ASN dari penyimpangan," tambahnya.
Melalui pendampingan ini, Kafilah Korpri Sulteng diharapkan dapat tampil optimal, menjunjung tinggi sportifitas, serta membawa hasil terbaik bagi daerah. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, ajang ini diharapkan mampu memperkuat nilai moral dan profesionalisme ASN di lingkungan Pemprov Sulteng.**/Red.










