BULUKUMBA, SAMBAR.ID — Belum usai suasana meriah pembukaan Ahad 30 agustus 2026, Babalohe Cup VIII, Camat Herlang Andi Nurfidyah Samad, S.Sos langsung melanjutkan langkahnya menuju Desa Pataro.
Bukan untuk beristirahat, tetapi menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat.
Dua agenda berbeda dalam satu hari itu memperlihatkan satu hal: Camat Herlang memilih untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Dari riuhnya lapangan sepak bola, sorak para pemain dan pendukung, hingga suasana khidmat di majelis Maulid, Andi Nurfidyah hadir dalam dua ruang yang memiliki makna berbeda bagi masyarakat.
BABALOHE CUP VIII, BUKAN SEKADAR SOAL SEPAK BOLA
Saat membuka Babalohe Cup VIII, Camat Herlang berada di tengah semangat generasi muda yang bertanding membawa nama tim dan desanya.
Turnamen tersebut bukan sekadar perebutan kemenangan di lapangan. Lebih dari itu, olahraga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, sportivitas dan mempererat silaturahmi masyarakat.
Pesan kebersamaan menjadi penting agar kompetisi tetap berjalan sehat dan menjadi wadah positif bagi generasi muda.
Namun, setelah membuka turnamen, agenda Andi Nurfidyah belum selesai.
Ia langsung bertolak menuju Desa Pataro.
DARI SORAKAN SUPORTER, MENUJU SUASANA KHIDMAT MAULID
Di Desa Pataro, suasana berubah. Jika sebelumnya dipenuhi energi pertandingan sepak bola, kini masyarakat berkumpul dalam suasana religius memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Camat Herlang hadir dan berbaur bersama masyarakat.
Kehadiran pemerintah kecamatan dalam kegiatan keagamaan seperti ini dinilai penting untuk menjaga komunikasi, silaturahmi serta kebersamaan dengan warga.
Bagi seorang pemimpin di tingkat kecamatan, turun langsung ke tengah masyarakat bukan hanya soal menghadiri undangan.
Di sanalah pemerintah bisa melihat langsung denyut kehidupan masyarakat.
PEMIMPIN BUKAN HANYA DUDUK DI KANTOR
Rangkaian kegiatan Andi Nurfidyah Samad tersebut memberikan pesan bahwa pemerintahan tidak hanya berbicara tentang meja kerja dan administrasi.
Ada masyarakat yang perlu ditemui.
Ada kegiatan warga yang perlu dihargai.
Dan ada kebersamaan yang harus terus dirawat.
Dari Babalohe Cup VIII di lapangan hijau hingga Maulid Nabi di Desa Pataro, yang paginya memghsdiri pelepasan jenasah ,Camat Herlang menunjukkan pola kepemimpinan yang berusaha mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Satu hari, tiga agenda, satu pesan: pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemimpinnya.
SAMBAR.ID — Seputar Mengabarkan Indonesia.









