SAMBAR.ID, Bangkep, Sulteng - Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, didampingi Sekretaris Daerah Bangkep Muh. Aris Susanto, SE., ME., membuka Pameran Expo KKN MB Universitas Muhammadiyah Luwuk ke-XL sekaligus kegiatan kuliner lokal dan tradisional se-Kecamatan Liang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Desa Liang, Kecamatan Liang, Selasa (25/8/2026).
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kapolsek Liang Ipda Keroy, Wakil Danramil 1308/11 Liang Peltu Sergius Lagarinda, Sekcam Liang, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Badan Kesbang, Kepala Dinas Perhubungan, serta sejumlah pejabat terkait.
Hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk bersama dekan, dosen pembimbing, staf dan jajaran universitas, tokoh agama, mahasiswa peserta KKN, pelaku UMKM, pengelola BUMDes, serta para kepala desa se-Kecamatan Liang.
Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Luwuk yang secara konsisten menjadikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan manfaat melalui program selama berada di desa, tetapi juga mampu menggali potensi lokal, mendorong inovasi, membantu proses digitalisasi, serta mendukung pengembangan UMKM dan BUMDes.
“Mahasiswa membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat memiliki pengalaman, potensi, dan kearifan lokal. Jika semuanya dipadukan dengan baik, akan lahir berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Rusli.
Menurutnya, KKN juga harus menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Selain pelaksanaan KKN, Bupati juga mengapresiasi kegiatan kuliner se-Kecamatan Liang yang menjadi bagian dari rangkaian Expo tersebut. Menurutnya, kuliner tradisional tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya dan kekayaan daerah.
Rusli berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan beragam makanan tradisional khas Kecamatan Liang kepada masyarakat yang lebih luas. Di sisi lain, kegiatan itu juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan kelompok usaha masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga potensi lokal, khususnya kuliner tradisional, semakin dikenal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” harapnya.**/Red.











