BULUKUMBA, SAMBAR.ID — Masa pensiun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bulukumba bukanlah akhir dari perjalanan hidup dan pengabdian. Setelah puluhan tahun menjalankan tugas dan melayani masyarakat, masa pensiun justru dapat menjadi awal untuk menikmati kehidupan dengan lebih tenang.Rabu,26/08/26
Hal tersebut diungkapkan Andi Ahmad Syukri saat berbincang santai mengenai kehidupan seorang ASN setelah memasuki masa purnabakti.
Menurutnya, setelah menyelesaikan masa tugas sebagai ASN, seseorang perlu lebih memperhatikan ketenangan jiwa dan kesehatan tubuh.
«“Kalau sudah pensiun dari ASN Kabupaten Bulukumba, kunci utama adalah ketenangan jiwa dan menjaga kesehatan,” ucap Andi Ahmad Syukri.»
Ia mengatakan, masa pensiun bukan berarti berhenti menjalani kehidupan. Justru, masa tersebut dapat menjadi waktu untuk menikmati hari-hari dengan lebih santai dan penuh rasa syukur.
Jabatan memiliki masanya dan masa tugas akan berakhir. Namun, pengalaman hidup dan pengabdian yang telah dijalani selama bertahun-tahun akan tetap menjadi bekal dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Selain menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik, olahraga, istirahat cukup, dan tetap aktif dalam kegiatan yang bermanfaat, Andi Ahmad Syukri menilai bahwa menjaga hubungan sosial juga sangat penting.
Menurutnya, kebahagiaan tidak selalu harus dicari dalam kegiatan besar. Terkadang, kebahagiaan hadir melalui suasana sederhana bersama keluarga dan sahabat.
Ngobrol santai sambil menikmati secangkir kopi, kata dia, dapat menjadi salah satu cara menikmati kehidupan setelah kesibukan sebagai seorang ASN.
Duduk bersama sahabat, bertukar cerita, mengenang perjalanan hidup, berbicara tentang berbagai pengalaman, hingga sekadar tertawa bersama tanpa diburu waktu, merupakan kenikmatan tersendiri.
«“Dulu mungkin kita sibuk dengan pekerjaan, jadwal, rapat, dan berbagai tugas. Setelah pensiun, kita bisa menikmati waktu dengan lebih santai. Ngobrol sambil ngopi bersama sahabat juga merupakan kebahagiaan,” ujarnya.»
Ia menambahkan, masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga, memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, serta tetap melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Pensiun, menurutnya, bukan berarti berhenti memberikan manfaat kepada orang lain.
“Jabatan ada masanya dan tugas ada batasnya. Tetapi pengabdian, persahabatan, dan silaturahmi tidak harus berhenti,” tambahnya.
Andi Ahmad Syukri berharap setiap ASN yang memasuki masa purnabakti dapat menjalani kehidupan dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur.
Pada akhirnya, kata dia, kekayaan yang paling berharga setelah pensiun bukanlah jabatan yang pernah dimiliki, melainkan tubuh yang sehat, hati yang tenang, keluarga yang bahagia, serta sahabat yang tetap dapat berbagi cerita.
“Secangkir kopi, obrolan sederhana, tubuh yang sehat, dan hati yang tenang adalah nikmat yang sangat berharga setelah pensiun. Pensiun bukan akhir dari kehidupan, tetapi awal untuk menikmati hidup dengan lebih santai dan penuh rasa syukur,” pungkasnya.
Editor Daeng pagiling









