SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut) dari Fraksi Partai Golkar, Yaristan Palesa, mendorong agar konflik agraria yang berkaitan dengan lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Kecamatan Petasia Timur dapat segera diselesaikan melalui proses yang terbuka, adil, dan melibatkan seluruh pihak terkait.
Menurut Yaristan, persoalan agraria perlu ditangani secara serius agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat maupun aktivitas perusahaan.
Ia menilai, penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog serta verifikasi terhadap status dan riwayat lahan, sehingga setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas dan dapat diterima oleh para pihak.
Yaristan juga mendorong agar pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat yang berkepentingan atas lahan, serta instansi terkait duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.
“Penyelesaian harus dilakukan secara objektif, dengan melihat fakta dan dokumen yang ada serta mendengarkan keterangan dari semua pihak,” ujar Yaristan baru baru ini.
Ia menegaskan, DPRD Morowali Utara memiliki perhatian khusus terhadap persoalan agraria yang berkembang di daerah, khususnya di wilayah tersebut.
Namun penyelesaiannya tersebut tetap harus dilakukan sesuai ketentuan hukum dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat maupun kepastian usaha.
Yaristan berharap proses penyelesaian konflik lahan di Kecamatan Petasia Timur dapat menghasilkan kesepakatan yang memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Yang paling penting adalah mencari jalan keluar yang adil, tidak memihak, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” pungkasnya.**
Sumber : Karebasulteng.com










