Berani Cerdas dan Berani Sehat Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Pendidikan dan Layanan Kesehatan Terus Diperluas

PROGRAM PRIORITAS pemerintahan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido/F-IST.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan peningkatan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.


Dua program yang menjadi perhatian adalah Berani Cerdas di bidang pendidikan dan Berani Sehat di sektor kesehatan. Keduanya diarahkan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.


Melalui Berani Cerdas, Pemprov Sulteng memberikan dukungan pembiayaan pendidikan mulai dari jenjang SMA, SMK dan SLB hingga perguruan tinggi.


Untuk perguruan tinggi, program tersebut mencakup mahasiswa jenjang S1, S2 dan S3, termasuk pendidikan dokter spesialis serta bantuan penyelesaian studi sesuai ketentuan yang berlaku.


Program pendidikan tersebut juga dikaitkan dengan gagasan “Satu Rumah Satu Sarjana”, dengan harapan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk melanjutkan pendidikan.


23.569 Mahasiswa Terjangkau pada Tahap Awal


Berdasarkan data yang disampaikan, Program Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 mahasiswa pada tahap awal, dengan jumlah penerima manfaat diperkirakan terus bertambah seiring proses pendaftaran, validasi data dan perluasan kuota pada 2026.


Pada 2025, sebanyak 23.569 mahasiswa disebut telah menerima bantuan biaya kuliah dengan total anggaran lebih dari Rp84 miliar.


Memasuki 2026, cakupan program diperluas, termasuk untuk jenjang S2, S3, dokter spesialis serta bantuan penyelesaian studi.


Universitas Tadulako (Untad) tercatat memiliki 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah pada Januari 2026.


Sementara itu, sebanyak 2.173 mahasiswa UIN Datokarama Palu disebut telah masuk dalam daftar tunggu pencairan.


Untuk perguruan tinggi lainnya, baik di Sulawesi Tengah maupun di luar daerah seperti Universitas Hasanuddin di Sulawesi Selatan dan sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa, data penerima masih menunggu proses validasi dan rekapitulasi.


Pemprov Sulteng menyebut proses perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi masih terus dilakukan.


Orang Tua Akui Terbantu


Bagi sebagian keluarga, biaya pendidikan hingga perguruan tinggi masih menjadi tantangan finansial. Karena itu, bantuan pendidikan pemerintah dinilai dapat meringankan beban keluarga.


Jemmy, salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, mengatakan Program Berani Cerdas sangat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.


“Orang tua tidak perlu lagi berpikir mengenai biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khususnya yang masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4. Kita patut bersyukur dengan kehadiran pemerintah yang memprogramkan dan merealisasikan biaya pendidikan bagi warganya,” ujar Jemmy kepada media ini melalui sambungan telepon, Kamis (3/9/2026).


Menurutnya, bantuan tersebut perlu diikuti pengawasan dan pendampingan agar siswa maupun mahasiswa benar-benar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan.


“Tinggal anak-anak kita dipantau dan diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra-putri daerah yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya pendidikan,” katanya.


Jemmy juga menilai perhatian pemerintah tidak hanya diperlukan di bidang pendidikan, tetapi juga kesehatan.


“Bukan hanya Berani Cerdas, tetapi juga Berani Sehat. Keduanya sangat membantu apabila pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.


BOSDA Menjangkau Sekolah Negeri dan Swasta


Selain Program Berani Cerdas, Pemprov Sulteng juga menjalankan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi siswa SMA, SMK dan SLB.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., mengatakan BOSDA berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta.


“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak memakai desil,” jelas Firmanza.


Pemprov Sulteng juga menyebut adanya dukungan bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, termasuk bantuan seragam sekolah.


Untuk siswa SMK, pemerintah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan Uji Kompetensi (Ukom), sesuai ketentuan program.


Berani Sehat Jadi Pelengkap


Di bidang kesehatan, Pemprov Sulteng menjalankan Program Berani Sehat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Gubernur Anwar Hafid dalam sejumlah kesempatan menyampaikan bahwa layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Salah satu bentuk layanan yang disampaikan adalah kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dengan menggunakan KTP Sulteng sesuai mekanisme program.


Berani Sehat diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan biaya, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.


Dengan demikian, Berani Cerdas dan Berani Sehat ditempatkan sebagai dua program yang saling melengkapi: pendidikan diarahkan untuk membangun kualitas sumber daya manusia, sedangkan kesehatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Anwar: Pembangunan Bukan Hanya Infrastruktur


Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tetapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia anak-anak Sulteng dengan memberikan biaya pendidikan,” ujar Anwar.


Ia menjelaskan dukungan pendidikan diberikan mulai dari SMA, SMK dan SLB sesuai kriteria penerima hingga perguruan tinggi jenjang S1, S2 dan S3.


Untuk jenjang pendidikan tinggi, bantuan juga diarahkan pada jurusan yang dianggap dibutuhkan daerah, termasuk pendidikan dokter spesialis.


“Termasuk menanggung biaya Prakerin dan Ukom bagi siswa SMK apabila melaksanakan praktik kerja industri, termasuk dokter spesialis,” kata Anwar.


Didukung APBD


Anwar mengatakan Program Berani Cerdas dan Berani Sehat merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah yang mendapat dukungan melalui APBD.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Sulawesi Tengah atas dukungan sekaligus fungsi pengawasan dan kritik terhadap pelaksanaan program pemerintah.


“Kami berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua, wakil ketua, seluruh fraksi dan anggota DPRD Sulteng yang telah mendukung dan mengkritisi program sembilan Berani selama pemerintahan kami,” tutur Anwar.


Dukungan anggaran dan pengawasan DPRD menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah dapat berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat kepada masyarakat.


Proses Pencairan Bagi Mahasiswa Luar Daerah


Dalam pelaksanaannya, Bank Sulteng disebut memfasilitasi pembuatan rekening bagi penerima bantuan.


Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Sulawesi Tengah, orang tua atau wali dapat mendatangi kantor Bank Sulteng terdekat dengan membawa dokumen identitas berupa KTP dan KK.


Proses verifikasi dapat dilakukan melalui video call bersama mahasiswa yang bersangkutan.


Mekanisme tersebut diharapkan mempermudah mahasiswa yang berada di luar daerah dalam mengakses bantuan pendidikan.


Harapan Program Berkelanjutan


Sejumlah orang tua dan mahasiswa berharap Program Berani Cerdas dapat terus berlanjut hingga penerima manfaat menyelesaikan masa studi.


Masyarakat juga berharap cakupan penerima dapat diperluas dengan proses pendataan dan validasi yang transparan serta tepat sasaran.


Hal serupa berlaku pada Program Berani Sehat. Keberlanjutan program kesehatan diharapkan dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan, kemudahan akses serta evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


Pada saat yang sama, pelaksanaan program pemerintah tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi, terutama terkait ketepatan penerima, mekanisme pencairan, kualitas pelayanan dan kemampuan anggaran daerah.


Pendidikan sebagai Hak Konstitusional




Pendidikan merupakan hak setiap warga negara sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 31 UUD 1945.


Pasal 31 ayat (1) menyatakan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Ayat (2) mengatur kewajiban mengikuti pendidikan dasar dan kewajiban pemerintah untuk membiayainya.


Selanjutnya, ayat (3) mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.


Ayat (4) mengatur prioritas anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.


Ketentuan mengenai sistem pendidikan nasional kemudian dijabarkan lebih lanjut melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Dalam perspektif keagamaan, pentingnya pendidikan juga kerap dikaitkan dengan wahyu pertama Al-Qur'an yang diawali dengan kata “Iqra”, yang berarti “bacalah”. Secara luas, pesan tersebut dapat dimaknai sebagai dorongan untuk membaca, belajar, memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan.


Pendidikan dan kesehatan pada akhirnya menjadi dua sektor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Program Berani Cerdas dan Berani Sehat diharapkan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah.


Keberhasilan kedua program tersebut akan sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, transparansi, kualitas pelayanan, keberlanjutan anggaran serta evaluasi secara berkala.


Semoga Berani Cerdas dan Berani Sehat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah, di mana pun mereka berada.***

Lebih baru Lebih lama