Camat Herlang Ajak Warga Tak Mudah Terprovokasi, Perbedaan Harus Jadi Kekuatan





BULUKUMBA SAMBAR ID — Di tengah berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, mulai dari keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), musim kemarau hingga kebutuhan LPG 3 kilogram, padam lampu,Camat Herlang, Kabupaten Bulukumba, mengajak masyarakat tetap bersabar dan tidak mudah menyebarkan kebencian.

Pesan tersebut disampaikan Camat Herlang dalam dua agenda berbeda. Pertama, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 6 Bulukumba. Pesan serupa kembali ditegaskan ketika dirinya memberikan materi mengenai peran pemerintah dan lintas sektor terkait pencegahan dini penyakit tb baru,di Kantor Lurah Tanuntung.

Dalam momentum Maulid, Camat Herlang menekankan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak semestinya menjadi alasan untuk terpecah belah.

Menurutnya, perbedaan justru harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan.

"Walaupun kita memiliki perbedaan, jangan sampai kita terpecah belah. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan utama," pesan Camat Herlang.

Ia juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyampaikan program-program pembangunan kepada lingkungan masing-masing.

Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, kata dia, juga relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap amanah, disiplin dan menjaga kewajiban ibadah.

Pesan tersebut dinilai penting disampaikan di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi sejumlah tantangan kebutuhan dasar.

Namun, Camat Herlang mengingatkan agar persoalan tersebut tidak menjadi pemicu munculnya kebencian, saling menyalahkan maupun penyebaran informasi yang dapat memperkeruh suasana.

Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Pada agenda berikutnya di Kantor Lurah Tanuntung, Camat Herlang kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh unsur masyarakat.

Ia menegaskan, program pemerintah yang baik tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa tindakan nyata dan keterlibatan berbagai pihak.

"Program yang baik tidak akan berarti tanpa tindakan dan kolaborasi," tegasnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penanganan penyakit tuberkulosis (TB) paru.

Camat meminta seluruh unsur pemerintahan di tingkat kelurahan bersama masyarakat lebih proaktif memberikan edukasi mengenai TB paru sekaligus mendorong warga yang mengalami gejala atau telah terindikasi untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.

Menurutnya, penanganan TB membutuhkan keterlibatan bersama agar warga yang sakit tidak dibiarkan tanpa pendampingan.

"Jangan biarkan saudara kita tidak sembuh. Ajak mereka berobat dan memeriksakan diri," pesannya.

Ia juga meminta pemerintah kelurahan dan jajarannya turun langsung ke masyarakat dengan melibatkan lingkungan, RT/RW, PKK, kader kesehatan serta tokoh masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting agar edukasi kesehatan tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi benar-benar sampai ke tingkat keluarga.

Pemerintah Diminta Hadir di Tengah Warga

Camat Herlang menekankan bahwa pemerintah tidak cukup hanya menjalankan program dari balik meja. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk mengetahui persoalan sekaligus mencari solusi bersama.

Karena itu, jajaran pemerintah kelurahan diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat dan menggerakkan seluruh unsur yang ada.

Dua agenda tersebut menunjukkan bahwa pesan pemerintahan tidak hanya berbicara mengenai program, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat menjaga persatuan, mengendalikan informasi, serta menghadapi persoalan sosial dan kesehatan secara bersama-sama.

Sumber:Andi fidyah samad S.sos
editor.Dg Pagiling sambar id
Lebih baru Lebih lama