BULUKUMBA, SAMBAR.ID — Kecamatan Herlang Bulukumba mencatat capaian penting dalam upaya pencegahan resiko stunting di Kabupaten Bulukumba. Dari hasil pemantauan medya sambar yang hadir dilokasi,., jumlah anak yang teridentifikasi berisiko stunting di wilayah Kec Herlang berada pada angka 26 anak,dan terendah di 10 Kecamatan, sementara Desa Gunturu dan Desa Borong disebut telah mencapai zero stunting, yakni tidak ditemukan anak yang masuk kategori stunting dalam pemantauan yang menjadi dasar capaian tersebut tapi kalau kita masukkan ibu hamil dan ibu menyusuai kedalam kategori berisoko totalnya 128 orang sesuai laporan yang masuk dari bidan ke penyuluh kb,
Capaian itu menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten Bulukumba, yang dibuka Bupati Bulukumba H. A. Muchtar Ali Yusuf, Senin (14/9/2026), di Gedung Pinisi Lantai 4.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Fatmawati, ST., M.Eng., para camat, lurah, kepala desa, serta Ketua BPD.
Camat Herlang Andi Nurfidyah menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan bukan keberhasilan satu pihak.
“Memang ini berkat kolaborasi dari semua pihak. Kami tidak henti-hentinya mendorong agar kita semua turun dan bekerja dan berkolaborasi serya ada tindakan dilapangan,” ujar Andi Nurfidyah.
Menurutnya, pencegahan stunting di Herlang melibatkan banyak unsur, mulai dari TNI, Polri, TPK, Pkm.bidan desa,kua,penyuluh,pemerintah desa dan kelurahan, PKK, hingga masyarakat kita gerakkan., dan bukan saja stantimg, tapi capaian posyandu, sampai periksa dahak tb paru kita selalu berada dalam capaian tinggi dan cepat.
Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak lengah. Pemantauan dan inovasi harus terus dilakukan untuk mempertahankan hasil sekaligus mencegah munculnya kasus baru.
“Ini jangan membuat kita lengah. Terus kita bekerja dan paling tidak kita terus cari inovasi,salah satunya 26 anak ini tetap kita pikirkan paling tidak kita tindakljuti dan tetap ada orang tua asuh,dan memang penanganan stanting sesuai laporan herlang 4 tahun kita selalu terendah,apalagi resiko stanting terendah kita terendah ,tegasnya.
Capaian Gunturu dan Borong menjadi modal penting bagi Herlang. Tetapi zero stunting bukan garis akhir. Keberhasilan tersebut harus dipertahankan melalui pemantauan tumbuh kembang anak, penguatan gizi, pendampingan keluarga, serta intervensi cepat terhadap anak yang mulai masuk kategori berisiko, kalau ibu hamil dan menyusui dimasukkan dalam kategori beresiko maka ada
Gerakan GENTING pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kekuatan utamanya justru berada pada kolaborasi dan kerja nyata hingga tingkat keluarga dan desa.
Herlang telah menunjukkan hasil. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan zero stunting, menekan 26 anak yang masih berisiko, dan memastikan tidak ada kasus baru yang luput dari perhatian.dan hari ini pem kecamatan langsung lakukan rapat dengan danramil. Kapolsek.lintas sektor, Pkk. Lurah, kades, kpm untuk mslskukan evaluasi dan rapat koordinasi
Sambar.id — Sikap Tegas, Bijak Bertindak.
Editor: Daeng Pagiling










