GAYO LUES, SAMBAR.ID — Belum tuntas persoalan hunian tetap, warga Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, kembali menghadapi ancaman luapan sungai. Rumah warga di kawasan Jona Merah kembali dihantam derasnya air sungai setelah hujan turun pada Sabtu (26/9/2026).
Sejumlah barang kebutuhan sehari-hari milik warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Peristiwa ini kembali mengingatkan kondisi warga yang sebelumnya harus meninggalkan kawasan tersebut akibat bencana pada 2025.
Kembali ke Rumah karena Menunggu Huntap
Menurut keterangan warga, masyarakat sebelumnya menempati hunian sementara (huntara). Namun, warga kemudian kembali ke rumah masing-masing di Jona Merah setelah muncul rencana pembongkaran huntara, sementara pembangunan hunian tetap (huntap) masih dinantikan.
Warga menyebut rumah yang masih dianggap layak ditempati digunakan untuk sementara waktu sambil menunggu huntap selesai dibangun.
Kondisi tersebut membuat warga kembali berada di kawasan yang kini kembali diterjang luapan sungai.
Saat hujan menyebabkan debit sungai meningkat, air meluap menuju permukiman. Barang-barang yang telah dibawa kembali ke rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun dilaporkan kembali hanyut.
Warga Menunggu Kepastian Huntap
Warga berharap pembangunan huntap segera diselesaikan agar mereka dapat meninggalkan kawasan yang kembali terancam luapan sungai dan menempati tempat tinggal yang lebih aman.
Bagi warga, persoalan bukan hanya kehilangan barang akibat luapan air, tetapi juga ketidakpastian tempat tinggal selama menunggu huntap selesai.
“Warga kembali ke rumah sementara menunggu huntap dikerjakan,” demikian keterangan warga yang disampaikan Idris kepada awak media.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai jumlah rumah yang terdampak, kerugian material, serta perkembangan dan target penyelesaian pembangunan huntap masih memerlukan konfirmasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Idris sambar id










