BANTAENG, SAMBAR ID — Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Duka mendalam menyelimuti keluarga Nasrah, S.Pd. binti Kadir, warga Bara Baraya, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.
Nasrah meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami pecah ketuban dan sempat menjalani pemeriksaan di RSUD Bantaeng. Yang membuat suasana duka semakin mendalam, Nasrah saat meninggal tengah mengandung anak ketiganya.
Almarhumah meninggalkan dua orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Kepergian Nasrah bukan hanya menjadi kehilangan bagi suami dan keluarga, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi kedua buah hatinya.
Suami almarhumah, Irsyan, S.Pd., diketahui mengajar di SMA Negeri 6 Bantaeng.
Enam Hari Setelah Pemeriksaan
Menurut keterangan keluarga, Nasrah sebelumnya dibawa ke RSUD Bantaeng setelah mengalami pecah ketuban. Setelah mendapatkan pemeriksaan, ia disebut diperbolehkan pulang.
Namun, sekitar enam hari kemudian kondisi Nasrah dikabarkan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga mengenai kondisi medis Nasrah ketika pertama kali diperiksa, dasar keputusan pemulangan, serta penanganan dan instruksi medis yang diberikan kepada keluarga.
Keluarga juga mempertanyakan kemungkinan adanya infeksi. Namun, hal tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian maupun sebagai akibat kelalaian medis sebelum dilakukan pemeriksaan dan telaah berdasarkan rekam medis.
Keluarga Berharap Ada Penjelasan
Keluarga berharap pihak RSUD Bantaeng dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai rangkaian pelayanan yang diterima Nasrah.
Informasi yang penting untuk diverifikasi antara lain kondisi ibu dan janin saat pertama kali diperiksa, usia kehamilan, diagnosis, hasil pemeriksaan, tindakan medis, terapi atau obat yang diberikan, serta alasan dan instruksi saat pasien diperbolehkan pulang.
Rekam medis menjadi bagian penting untuk membedakan antara informasi keluarga, fakta pelayanan medis, dan kesimpulan profesional mengenai kondisi almarhumah.
Tidak Mendahului Kesimpulan Medis
Sambar.id menempatkan persoalan ini sebagai informasi yang masih membutuhkan klarifikasi dan verifikasi, bukan sebagai tuduhan terhadap rumah sakit maupun tenaga kesehatan.
Ada atau tidaknya persoalan dalam pelayanan medis harus ditentukan berdasarkan rekam medis, kronologi lengkap, standar profesi, dan telaah pihak yang memiliki kewenangan.
Redaksi Sambar.id membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi RSUD Bantaeng, tenaga kesehatan yang menangani, maupun pihak terkait lainnya.
Di tengah proses tersebut, keluarga kini menghadapi kehilangan besar. Dua anak Nasrah harus menjalani hari-hari tanpa sosok ibu, sementara sang suami, Irsyan, S.Pd., harus menerima kepergian istrinya dalam suasana duka sekaligus menghadapi kehilangan calon buah hati ketiga.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhumah Nasrah, S.Pd. binti Kadir mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Nara sumber :ketua Umum DPP Ri LA HAM Ambo Dodding,AMK,Spd .MM,CPML,CPLA
Editor: Dg Pagiling
Sambar.id — Sekilas Mengabarkan Indonesia










