SRAGEN, sambar.id — Kesulitan air bersih yang masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, mendapat perhatian serius. Sebanyak 48.000 liter air bersih didistribusikan ke masyarakat di Desa Srawung dan Desa Poleng, Kamis (10/9/2026).
Di tengah kondisi tersebut, Babinsa Desa Srawung Koramil 12/Gesi, Serda M. Yasin, turun langsung ke lapangan. Bukan sekadar memantau, ia turut membantu memastikan proses distribusi air berjalan lancar hingga masuk ke tandon penampungan warga.
Bantuan air bersih tersebut berasal dari SPPG Citarum Berbagi Air Bersih dari Sragen dan diangkut menggunakan tiga unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Penyaluran dilakukan secara bertahap pada titik-titik yang membutuhkan.
Di Desa Srawung, distribusi dilakukan di Dukuh Padas RT 11 sebanyak 8.000 liter dan Dukuh Padas RT 12 sebanyak 16.000 liter. Total bantuan untuk wilayah Desa Srawung mencapai 24.000 liter.
Sementara di Desa Poleng, sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan ke tiga titik, yakni Dukuh Grengseng RT 05, Dukuh Grengseng RT 04 dan Dukuh Bendorejo RT 10.
Dengan demikian, total air bersih yang didistribusikan kepada warga di dua desa tersebut mencapai 48.000 liter.
Babinsa Pastikan Air Benar-Benar Sampai ke Warga
Kehadiran Babinsa menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tidak berhenti pada proses pengiriman. Serda M. Yasin ikut memantau kedatangan kendaraan tangki sekaligus membantu proses pengisian air ke tandon yang telah disiapkan masyarakat.
Bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan pasokan air, bantuan tersebut bukan sekadar angka 48 ribu liter. Air menjadi kebutuhan mendasar untuk memenuhi aktivitas sehari-hari.
Penampungan melalui tandon juga diharapkan membuat pemanfaatan air dapat dilakukan secara bersama-sama dan tertib oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban sosial, relawan, pengelola Pamsimas hingga TNI.
Kolaborasi lintas unsur itu menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan kepedulian dan gerak bersama.
Saat Warga Kesulitan, Aparat Harus Hadir
Peran Babinsa di tengah masyarakat tidak semata berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban wilayah. Dalam situasi warga menghadapi kesulitan air bersih, kehadiran aparat kewilayahan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mencari solusi bersama.
Serda M. Yasin juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait untuk memantau perkembangan kebutuhan air bersih di wilayah binaannya.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar apabila kebutuhan air kembali meningkat, langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Air bersih adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Ketika warga kesulitan mendapatkannya, kehadiran dan kepedulian berbagai pihak menjadi sangat berarti.
Penyaluran 48.000 liter air bersih ke Desa Srawung dan Desa Poleng menjadi salah satu bentuk nyata gotong royong untuk meringankan beban masyarakat.
(Agus Kemplu)










