PLN UP3 Perkuat Pasokan Listrik Palu Hadapi Keterbatasan Pembangkit Hidro

CAPTION : PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan di Kota Palu dan sekitarnya menyusul terbatasnya pasokan pembangkit hidro pada sistem interkoneksi Sulbagsel/F-IST.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan di Kota Palu dan sekitarnya menyusul masih terbatasnya pasokan pembangkit hidro pada sistem interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).


Langkah tersebut disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu saat menerima kunjungan dan berdialog dengan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) di Kantor PLN UP3 Palu.


Kunjungan tersebut diterima Pelaksana Harian (PLH) Manager PLN UP3 Palu I Made Agus Adi Mertha bersama jajaran Asisten Manager. Dalam pertemuan itu, PLN menjelaskan kondisi sistem kelistrikan, faktor yang memengaruhi pasokan, serta langkah yang dilakukan untuk menjaga keandalan listrik dan memenuhi kebutuhan masyarakat.


I Made Agus mengatakan, sistem kelistrikan Sulbagsel dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kapasitas pembangkit hidro yang berdampak terhadap ketersediaan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan sekitarnya.


Menurut dia, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air sebagai sumber energi primer pembangkit hidro.


“Dalam beberapa waktu terakhir, sistem kelistrikan Sulbagsel mengalami penurunan kapasitas pembangkit hidro yang turut berdampak pada ketersediaan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan sekitarnya,” ujar I Made Agus, Senin, (28/9/2026).


Saat ini, pengoperasian PLTA Poso masih terbatas pada kisaran 90–100 megawatt (MW) dari total kapasitas terpasang 515 MW. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik pada sistem interkoneksi Sulbagsel.


Sementara itu, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Suluttenggo Noven Koropit mengatakan, PLN terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat sistem kelistrikan sekaligus meminimalkan dampak keterbatasan pasokan terhadap pelanggan.


“Penambahan kapasitas pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, serta penguatan energi primer menjadi bagian dari upaya kami untuk memperbaiki kondisi sistem secara bertahap,” kata Noven.


Salah satu langkah yang dilakukan PLN adalah mengoperasikan PLTD baru di Ladumpi yang memberikan tambahan daya sekitar 6 MW. PLN juga memperkuat ketersediaan energi primer untuk pembangkit PLTD agar dapat beroperasi lebih optimal hingga 24 jam.


Upaya tersebut turut membantu mengurangi durasi pengaturan beban yang dirasakan pelanggan dibandingkan kondisi sebelumnya.


Selain itu, PLN meningkatkan daya pada PLTU Jeneponto sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan pada sistem interkoneksi Sulbagsel.




PLN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).


Namun, pengembangan dan pemanfaatan PLTS harus memperhatikan ketentuan teknis, standar keselamatan, serta regulasi yang berlaku agar dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan.


“PLN terbuka terhadap kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk PLTS. Tentunya seluruh proses harus mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku agar dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat dan sistem kelistrikan,” ujar Noven.


PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan atas pengertian serta dukungan selama proses penguatan sistem kelistrikan berlangsung.


PLN memastikan penguatan sistem akan terus dilakukan melalui optimalisasi pembangkit yang tersedia, penambahan pasokan, penguatan energi primer, serta pengembangan sumber energi baru terbarukan.***

Lebih baru Lebih lama