Sambar.id, Makassar, 29 Agustus 2025 – Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Ardy Bangsawan, menyoroti kondisi bangsa hari ini yang dinilainya semakin jauh dari semangat demokrasi. Ia menilai keputusan DPR hingga cara aparat menghadapi rakyat hanya memperlebar jurang ketidakadilan.
Ardy menyinggung keputusan kontroversial DPR yang kembali menjadi sorotan publik, seperti rencana kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan. Menurutnya, langkah tersebut adalah bentuk ketidakpekaan terhadap situasi rakyat yang sedang berjuang dalam tekanan ekonomi.
“Di saat rakyat bergelut dengan mahalnya harga kebutuhan pokok, DPR justru mengurus kenaikan gaji mereka sendiri. Inilah wajah politik kita hari ini—ketika wakil rakyat lebih sibuk mengurus kenyamanan pribadinya daripada memikirkan penderitaan rakyat,” tegas Ardy.
Lebih jauh, Ardy juga menyoroti peran aparat dalam mengawal kebijakan yang ditolak rakyat. Menurutnya, masih ada oknum di tubuh kepolisian yang justru dijadikan perpanjangan tangan kekuasaan, sehingga kehilangan fungsi utamanya sebagai pelindung masyarakat.
“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada aparat yang mengabdi dengan tulus. Namun, sering kali yang terlihat di lapangan adalah wajah aparat yang dipaksa menghadang rakyat sendiri. Seolah-olah Polri dijadikan alat untuk menjaga kursi penguasa, bukan menjaga keamanan rakyat,” ujarnya.
Ardy turut menyinggung insiden kebakaran kantor DPRD Makassar semalam. Menurutnya, peristiwa itu adalah gambaran jelas akumulasi kekecewaan rakyat yang terus diabaikan.
“Insiden itu tidak lahir dari ruang kosong. Ia muncul dari tumpukan kekecewaan rakyat yang sudah lama tidak didengar. Gedung boleh saja terbakar, tapi kerakusan justru tetap menyala. Jangan sampai api renovasi menjadi celah baru untuk praktik korupsi,” tegasnya.
Sebagai penutup, Ardy menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berdiri di garis depan untuk menjaga agar demokrasi tetap berpihak pada rakyat. Ia mengajak masyarakat untuk tetap kritis dan berani bersuara.
"Kami mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa tidak akan tinggal diam. Selama kebijakan masih berpihak pada elite, selama itu pula suara mahasiswa akan terus menggema. Karena perjuangan ini bukan sekadar tentang kampus, tetapi tentang masa depan bangsa,” pungkasnya. (Alif)