Desak Segera Tetapkan Bencana Sumatera Sebagai Bencana Nasional, DPP PARKINDO Dukung Presiden Prabowo Alihkan Anggaran MBG Bagi Korban Bencana

Sambar.id Jakarta || Dewan Pimpinan Pusat Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo) mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan kondisi bencana di Sumatera, yakni dari mulai Aceh, Sumatera Utara yang meliputi Medan dan sekitarnya, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan, serta Sumatera Barat (Sumbar), agar segera dinyatakan sebagai Bencana Nasional.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partisipasi Kristen Indonesia (DPP Parkindo), Lukman Doloksaribu, menegaskan, Pemerintah Pusat yang saat ini dipimpin Presiden Prabowo Soebianto, hendaknya bertindak cepat dan sigap untuk menyelamatkan nyawa warga Negara Republik Indonesia yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatera.


"Kondisi ini sudah sangat mendesak, dan darurat. Telah ratusan nyawa warga melayang, dan ratusan lainnya hilang dan belum ditemukan keberadaanya. Presiden Prabowo Subianto hendaknya segera mengambil sikap dan langkah cepat untuk menyatakan situasi di Sumatera itu sebagai Bencana Nasional," tutur Ketua Umum DPP Parkindo, Lukman Doloksaribu, dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).


Lukman mengatakan, ribuan warga di wilayah bencana 


tersebut, belum mendapatkan bantuan dan pertolongan. Terutama bantuan makanan, dan pakaian kering layak pakai, serta obat-obatan.


"Sudah kita saksikan, saudara-saudara kita korban bencana di Sumatera itu, kelaparan, kedinginan, ratusan orang dinyatakan meninggal dunia, dan ratusan lainnya masih belum ditemukan," ujar Lukman Doloksaribu.


Selain jalur transportasi seperti jalan dan jembatan yang banyak rubuh, permukiman dan rumah-rumah warga juga masih tergenang air yang tinggi.


Perladangan dan persawahan pun karam, dan dipastikan tidak akan bisa menghasilkan panen.


Warga kini sudah tidak sanggup bertahan, sehingga banyak yang inisiatif pergi ke mini market, mencari bahan makanan, bahkan Gudang Bulog di Sibolga, didatangi warga untuk mengambil bahan makanan.


"Kondisi tersebut sudah darurat dan memprihatikan. Sementara pertolongan dan bantuan belum ada yang memadai ke masyarakat," ujar Lukman Doloksaribu.


Lukman menyarankan, agar Presiden Prabowo Soebianto, berkenan mengalihkan sementara anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dipergunakan untuk membantu para korban bencana di Sumatera.


"Jiia uang pemerintah lagi tidak cukup, kiranya Pak Presiden Prabowo berkenan mengalihkan sementara dana MBG bagi pertolongan kepada para korban bencana di Sumatera," pintanya.


Lukman juga menyatakan, agak lelet dan kurang perduli sebagian besar elit Jakarta terhadap kondisi yang menimpa rakyat di Sumatera.


Bahkan, para Kepala Daerah dan perangkatnya di wilayah bencana itu pun tampak tidak berdaya guna.


"Sekiranya, dengan menetapkan kondisi bencana di Sumatera itu sebagai Bencana Nasional, agar dilakukan penanganan yang simultan, dan menolong warga negara yang menjadi korban," ujar Lukman.


Selain itu, Lukman menambahkan, warganet juga kecewa dengan oknum Menteri yang merupakan anak buah Prabowo Soebianto, yang malah hendak mengumpulkan Sumbangan Natal untuk dikirimkan ke Palestina, sedangkan di Sumatera pun warga dan saudara sendiri tidak dipedulikan.


"Pak Presiden Prabowo harus menyentil oknum Menteri atau elit politik seperti itu. Sebab, membuat catatan hitam di Kabinetnya Pak Prabowo. Oknum seperti itu menimbulkan keresahan nyata di masyarakat. Pak Presiden harus peka, dan wajib mengevaluasi menteri dan petinggi tersebut," ujar Lukman.


Oknum elit yang dimaksud Lukman antara lain Menteri Perumahan Rakyat dan Menteri Kehutanan, yang diduga mencoba melindungi praktik illegal logging di Sumatera sehingga membuat pernyataan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera bukan disebabkan antara lain oleh pembalakan hutan.


"Rakyat kita butuh tindakan sigap, tanggap dan segera menolong nyawa warga negara. Kita berharap Presiden Prabowo Subianto yang merupakan latar belakang TNI, pasti mengerti cara menangani bencana seperti yang terjadi di Sumatera sekarang ini," tandas Lukman. (*)


Sumber: Lukman Doloksaribu (Ketua Umum DPP Parkindo) 

Lebih baru Lebih lama