Ratusan Warga Derik Meriahkan Acara Ngunjung Buyut Magrib


Ratusan tumpeng hiasi acara Ngunjung Buyut Magrib.


Sambar.id, SUBANG, JABAR - Ratusan warga Dusun Derik, Desa Rangdu, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang
menyelenggarakan acara munjung Buyut Magrib dan santunan anak yatim piatu Minggu (30/11/2025).


Ketua Panitia Munjung Buyut Tardi Hardiansyah menyampaikan, bagi warga Derik Ngunjung Buyut  bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga momen untuk bersyukur, memanjatkan doa, dan mengenang jasa leluhur.

"Insyaallah dengan pelaksanaan kegiatan munjung Buyut Magrib ini, kami beserta sanak keluarga besar warga Derik makin guyub rukun, dijauhkan dari marabahaya serta dilimpahkan rezekinya dalam setiap usaha-usahanya," ucapnya.

"Ngunjung Buyut ini, merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan memperkuat tali silaturahmi juga melestarikan tradisi secara turun temurun di masyarakat desa Rangdu" ungap Tardi.

Kepala Desa Rangdu Dunengsih, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Ngunjung Buyut merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Buyut Magrib, tokoh yang diyakini berjasa dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta membangun dasar kehidupan sosial masyarakat,  khusunya warga Derik dan tradisi ini memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Rangdu pada umumnya," tutur Dunengsih.

Kepala Desa Rangdu Dunengsih.

Dunengsih menyebut,
Ngunjung Buyut Magrib ini terus menjadi tradisi penting yang menghidupkan kembali nilai sejarah, spiritualitas, dan identitas masyarakat Rangdu dari generasi ke generasi.

"Kegiatan ini selain menjalin tali silaturahmi keluarga besar Buyut Magrib juga untuk melestarikan adat tradisi yang ada di desa Rangdu," ucapnya.

Sementara itu Camat Pusakajaya Dadang Kosasih menyampaikan, dengan duduk berkumpul membaca tahlil doa bersama ini , diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi tidak hanya antara pemdes dan warga melainkan juga antara warga dengan warga lainnya.

"Jangan sampai adat tradisi sedekah Ngunjung Buyut ini  hilang, sebagai generasi penerus, kita harus bisa melestarikan dan mengenalkan tradisi yang kaya akan makna ini kepada muda-mudi Desa Rangdu," terang Dadang Kosasih.

Berdasarkan pantauan sepanjang acara berlangsung sangat meriah dengan menampilkan seni budaya Wayang Kulit Karya Budaya dan Ratusan tumpeng yang dibawa oleh warga.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Rangdu, Perangkat Desa Rangdu, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta warga masyarakat Dusun Derik. (*)
Lebih baru Lebih lama