Seorang Pelimbang Timah di Kepala Burung, Diduga Dipukuli dan Dikeroyok Oleh Oknum TNI, PT Timah Harus "Cabut Izin CV.TMR"

Sambar.id Bangka || Kegiatan tambang timah dilokasi "Kepala Burung" PT.GML kembali menjadi polemik panas.


Salah satu warga Bukit layang , pelimbang timah bernama Rohit alias Jodi berstatus Mahasiswa (20 th) dipukul dan dikeroyok oleh beberapa orang oknum TNI yang diduga sebagai pengamanan dari CV.Tri mitra Resource (TMR).


Sehingga menyebabkan korban luka dan lebam dibagian wajah.


Kejadian berlangsung diblok kerja 54 milik CV.TMR saat korban bersama rekan- rekan pelimbang beraktifitas( 28/11/2025).


Salah satu perwakilan warga menghubungi awak media menyampaikan bahwa tindakan semena- mena oknum TNI sudah terjadi sejak kemaren pak dengan mendatangi lokasi blok kerja masyarakat dan menarik paksa produksi Timah kami tanpa dibayar, dan hari ini Salah satu warga kami dipukul dan malam ini (jumat,28/11/2025) korban dibawa ke RSUD Depati Barin,Sungailiat untuk mendapatkan pengobatan dan melakukan visum.


Kasus kekerasan di Kepala burung ini sudah menjadi atensi publik sejak aksi pengerusakan alat TI sebu masyarakat oleh pihak CV.TMR beberapa waktu lalu.


Sekarang malah dikawal oknum TNI melakukan aksi represif ke warga sekitar yang bekerja. 


Untuk itu kami warga memohon kepada bupati Bangka melalui tim forkopimda untuk menyetop izin tambang CV.TMR ke PT.Timah TBK selaku pemilik IUP ,karena kegiatan tambang ini jelas dimonopoli oleh Pihak CV.TMR dan arogansi Oknum TNI yang bertugas dilokasi sangat tidak bersahabat, dan terkesan arogan." Ujar salah satu sumber. 


Atas kejadian pemukulan yang dialami Salah satu warga pelimbang,awak media telah menghubungi pihak keluarga korban, terkait Kronologis kejadian pemukulan beberapa oknum TNI ,dan menyampaikan telah dilakukan Visum Di RSUD Depati Barin Sungailiat.


Dan saat ini Rohit telah kembali kerumah didesa Bukit Layang ,dan mengalami trauma setelah kejadian kemaren,kami meminta agar beberapa orang oknum yang melakukan pengeroyokan terhadap anak saya mesti ditindak dan diberikan sangsi." Ujar orang tua korban.


Awak media juga masih berusaha mengkonfirmasi hal ini kepihak -pihak terkait ,saat berita ini dipublikasikan. 

(*)

Lebih baru Lebih lama