Sambar.id, Luwu Raya — Lebih dari empat tahun menjabat sebagai Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Muhammad Agus menorehkan kepemimpinan yang kokoh, disiplin, dan berorientasi pada pengabdian. Figur yang dikenal tegas namun humanis ini memimpin dengan integritas, esprit de corps, serta respons cepat terhadap dinamika keamanan masyarakat, khususnya di wilayah Luwu Raya. Jumat (05/12/2025).
Bagi Kompol Muhammad Agus, jabatan Danyon adalah posisi strategis yang menuntut kesiapan fisik, ketajaman analisis, dan kepemimpinan adaptif. Prinsip itu teruji saat pandemi Covid-19 melanda. Ia menginisiasi program vaksinasi dan penyaluran sembako gratis, terutama bagi warga Kabupaten Luwu Utara, sembari tetap memimpin pengamanan dan misi kemanusiaan di berbagai daerah terdampak banjir dan longsor.
Dengan latar akademis yang kuat, Kompol Muhammad Agus menanamkan pola pikir strategis-manajerial dalam setiap penugasan. Perpaduan kecakapan teknis lapangan dan ketertiban administrasi menjadikannya pemimpin yang tak hanya sigap bertindak, tetapi juga presisi merencanakan.
Di bawah kepemimpinannya, Batalyon D Pelopor tampil solid dalam penanganan konflik, tugas kemanusiaan, serta pengamanan objek vital.
Kedekatannya dengan anggota satuan berjalan seiring dengan relasi harmonis bersama Pemerintah Daerah, Forkopimda, Kedatuan Luwu, tokoh adat dan agama, hingga kalangan mahasiswa. Kepemimpinan yang rendah hati namun tegas menjadi fondasi kuat bagi soliditas dan jiwa korsa satuan.
Sejak dikukuhkan pada 2021—saat masih bernama Kompi 3 di bawah Batalyon B Pelopor—Kompol Muhammad Agus dilantik sebagai Danyon D Pelopor pertama.
Ia mendorong modernisasi pelatihan berbasis teknologi dan mengintegrasikan nilai pengabdian dengan pendekatan humanis. Baginya, Brimob bukan sekadar pelindung, melainkan mitra strategis masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kedamaian.
Pengabdian itu berbuah pengakuan adat.
Kedatuan Luwu menyematkan pin kehormatan kepada Kompol Muhammad Agus sebagai simbol keterikatannya dengan Tana Luwu. Pada 22 Mei 2024, Istana Kedatuan Luwu menganugerahkan gelar “Pekkeng To Pallawa Lipu Ri Luwu”—Kesatria Pelindung Negeri Tana Luwu—selaras dengan keberhasilannya menjaga kondusivitas wilayah.
Sepanjang masa jabatan, ia memimpin pengamanan Pilkades, Pemilu Serentak (khususnya Luwu Raya), hingga PSU Kota Palopo. Komitmennya pada penguatan satuan juga diwujudkan lewat dorongan pembangunan Mako Brimob di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, lengkap dengan fasilitas pendukung bagi personel.
Pada November 2025, Kompol Muhammad Agus dimutasi ke jabatan baru di Mapolda Sulsel, menutup satu bab pengabdian dengan jejak prestasi yang terukur dan bermakna.
Peran Pendamping Pengabdian
Di balik kepemimpinan itu, hadir dukungan penuh dari Ny. Nena Muh. Agus. Selain menjabat Ketua Bhayangkari Ranting Yon D Pelopor, ia juga Dosen dan Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik UNM.
Pada awal kepemimpinan suami, Ny. Nena bersama Bhayangkari menjahit umbul-umbul dan bendera Merah Putih untuk menghiasi Mako Batalyon D Pelopor di Baebunta, Luwu Utara, sekaligus membagikannya kepada warga untuk dikibarkan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI—sebuah simbol pengabdian yang menyentuh dan membumi.
#brigade #brimob #korpsbrimob #polri









