Acara Tammu Taung Karaeng Sayanga Ri Beba.


Sambar.id
,Galesong Utara, 9 Februari 2026 – Acara tammu taung  Karaeng Sayanga ri Beba, telah sukses diselenggarakan dengan meriah di Desa Tamasaju,Kec.Galesong Utara,Kab.Takalar,Provinsi Sulawesi Selatan.  Kegiatan yang digelar secara berkala ini merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi masyarakat di Desa Tamasaju khususnya di Beba,bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi,serta menjaga kelangsungan nilai-nilai budaya.

 

Pada kesempatan ini, acara dihadiri langsung oleh saudara Nanda Dg.Majja(Krg Majja, Zubair Dg.Patompo(Krg.Nompo), Dg.Tawang(Krg.Tawang), H.Amiruddin Dg.Bombong(Karaeng Bombong), Dg Nyonto(Karaeng Nyonto),beserta keluarga besarnya, bersama dengan Lembaga adat Krg.Bontoramba Andi Hajid S.H krg.Tompo, dan Sanggar seni bentengnga Ri Tamanroya,  serta ratusan warga masyarakat yang datang dengan penuh semangat untuk meramaikan momen spesial ini.   

 

Rangkaian acara dimulai pada pagi hari dengan prosesi Apparuru Gandrang(Penabuh gendang ),Annompang bassi/Badik(Membersihkan badik pusaka),Tarian,Aru,dan Pamanca(Pencak silat).Selanjutnya  Nanda Dg.Majja(Krg.Majja), Berpidato tentang  Acara Tammu Taung Karaeng Sayanga Ri Beba bukan hanya sekadar acara sosial, melainkan juga sebagai wadah untuk mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama dan menghargai kontribusi para leluhur serta tokoh yang telah berjasa bagi kemajuan daerah.

 

Dalam pidatonya, Nanda Dg.Majja(Krg.Majja) yang menjadi pusat perhatian pada acara ini menyampaikan apresia si yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya dan tradisi yang ada, serta bekerja sama guna membangun daerah menjadi lebih baik. "Tradisi Taung Karaeng Sayanga Ri Beba mengajarkan kita tentang pentingnya rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan. Mari kita jaga warisan budaya ini agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang," ucapnya dengan penuh semangat.

 

Setelah sesi pidato dan sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi silaturahmi yang hangat antara para tamu dan pemangku adat, di mana mereka saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, serta memperkuat hubungan kerja sama antar berbagai elemen masyarakat. 

Untuk melengkapi suasana kebersamaan, para hadirin juga dapat menikmati berbagai hidangan khas daerah yang disajikan dengan sangat meriah, antara lain  kue tradisional yang disiapkan khusus untuk acara ini. Banyak warga yang menyampaikan rasa senang dan bangga dapat menyaksikan serta berpartisipasi dalam acara yang sarat akan nilai budaya ini.

 

Penyelenggaraan Tammu Taung Karaeng Sayanga Ri Beba kali ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota dan berbagai pihak terkait, yang berharap acara seperti ini dapat terus digelar sebagai salah satu upaya dalam mempromosikan pariwisata budaya di Kota Sulawesi selatan. Dengan demikian, diharapkan tidak hanya masyarakat lokal yang dapat merasakan kehangatan tradisi, tetapi juga wisatawan dari dalam dan luar negeri dapat mengenal lebih dalam akan kekayaan budaya Bugis-Makassar khususnya  di Desa Tamasaju (Beba) yang luar biasa.

 


Jurnalis :Deviana

Editor :Hasan

Lebih baru Lebih lama