Basarnas Palu Bersinergi dalam Aksi Bersih Mangrove Jelang HPSN 2026

 

SAMBUT PERINGATAN HPSN TAHUN 2026, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu terjun langsung dalam aksi nyata pelestarian lingkungan./F-Hms Basarnas Palu.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu terjun langsung dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. 


Sejumlah personel Basarnas dikerahkan untuk melakukan pembersihan sampah di kawasan ekosistem mangrove Dupa, Kelurahan Layana Indah, Kota Palu, pada Jumat (30/01/2026).


Kegiatan bertajuk “Save Our Mangrove from Trash” ini merupakan bagian dari rangkaian pra-event HPSN 2026 tingkat Kota Palu. Fokus utama aksi ini adalah memitigasi dampak penumpukan sampah plastik yang mengancam keberlangsungan hutan mangrove di wilayah pesisir tersebut.


Sinergi Lintas Sektor untuk Lingkungan


Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini tidak hanya melibatkan internal Basarnas, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara berbagai instansi pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat lokal. 


Tampak Para personel menyisir area akar mangrove untuk memungut sampah yang sulit terurai. 


Adapun jenis limbah yang mendominasi meliputi diantaranya : Plastik sekali pakai (kantong dan pembungkus makanan), Botol plastik dan kaca serta Limbah rumah tangga hanyut yang tersangkut pada akar-akar pohon bakau.


Pentingnya Ekosistem Mangrove bagi Keselamatan Pesisir




Keterlibatan Basarnas dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Secara teknis, ekosistem mangrove yang sehat berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan tsunami. 


Rusaknya mangrove akibat sampah dapat menurunkan fungsi proteksi kawasan pesisir terhadap bencana alam.


Kepala Urusan Umum Basarnas Palu, Ruslan, yang mengoordinir langsung jalannya aksi di lapangan, menegaskan bahwa kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif.


"Partisipasi kami adalah bentuk komitmen kemanusiaan yang lebih luas. Menjaga kebersihan pantai dan mangrove berarti menjaga ekosistem yang melindungi kita semua. Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti menjadikan pesisir sebagai tempat pembuangan sampah akhir," ujar Ruslan di sela-sela kegiatan.

 

Harapan dan Dampak Jangka Panjang


Melalui momentum pra-event HPSN 2026 ini, Pemerintah Kota Palu bersama Basarnas berharap dapat memicu kesadaran masif mengenai budaya pilah sampah dari sumbernya. 


Pembersihan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya menjaga sanitasi wilayah pesisir demi keberlanjutan ekonomi dan keselamatan lingkungan.


Dengan kawasan mangrove yang bersih, diharapkan kualitas air di sekitar Kelurahan Layana Indah membaik dan keanekaragaman hayati laut dapat berkembang secara optimal, memberikan manfaat jangka panjang bagi nelayan dan warga pesisir Palu.***


Source: Hms Basarnas Palu 


Lebih baru Lebih lama