Dua Residivis Hingga Oknum Dosen Bergelar Dokter Diamankan, Pengungkapan 15 Kasus Narkoba Polres Bone Tuai Apresiasi

Sambar.id Bone — Komitmen Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bone dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Dalam rangkaian operasi yang digelar sejak 2 hingga 5 Januari 2026, aparat kepolisian berhasil mengamankan 15 orang terduga pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bone.


Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Dirham, menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berasal dari enam laporan polisi. Dari total pelaku yang diamankan, lima orang di antaranya merupakan residivis kasus narkotika.


“Enam laporan polisi dengan jumlah 15 orang yang diamankan. Lima di antaranya merupakan residivis,” ungkap Iptu Dirham saat konferensi pers di Mapolres Bone, Selasa (6/1/2026).


Pengungkapan ini turut menyita perhatian publik karena salah satu terduga pelaku diketahui berlatar belakang pendidikan tinggi dengan gelar doktor (S3). Polisi mengamankan seorang oknum dosen bergelar doktor berinisial AT dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kabupaten Bone.


AT saat ini telah diamankan di Mapolres Bone bersama barang bukti untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik Satresnarkoba masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan narkotika yang lebih luas.


Dalam konferensi pers tersebut, sebanyak 10 dari 15 terduga pelaku dihadirkan ke hadapan awak media. Sementara lima pelaku lainnya akan menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone berdasarkan hasil asesmen.


Atas keberhasilan tersebut, kinerja Satresnarkoba Polres Bone mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Humas Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Dzoel SB, menyampaikan penghargaan atas langkah tegas dan konsisten aparat kepolisian.


“Pengungkapan ini menunjukkan keseriusan Polres Bone dalam memerangi narkoba tanpa pandang bulu. Penegakan hukum harus seperti ini, tegas, transparan, dan berkeadilan,” ujar Dzoel SB.


Ia menilai, keberanian aparat mengungkap kasus yang melibatkan berbagai latar belakang pelaku, termasuk kalangan terdidik, menjadi pesan kuat bahwa narkotika adalah musuh bersama yang harus dilawan secara kolektif.


Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bone yang didampingi Kasi Humas Iptu Rayendra kembali mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkotika di lingkungan sekitar.


“Perang melawan narkoba membutuhkan peran semua pihak. Dukungan masyarakat sangat penting demi menyelamatkan generasi muda,” pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama