Hujan Deras, Tembok Enam Ruko di Gaden Plaza Pekalongan Roboh



Sambar. Id Pekalongan – Tembok bagian atas Ruko Gaden Plaza di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, roboh pada Jumat malam, 16 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan enam unit ruko terdampak, dua orang mengalami luka ringan, serta kerugian materiil ditaksir mencapai Rp80 juta.


Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, tembok yang ambruk menimpa deretan ruko di bagian bawahnya setelah wilayah Wonopringgo diguyur hujan deras sejak sore hari.


“Benar, telah terjadi musibah tembok roboh di Ruko Gaden Plaza Wonopringgo pada Jumat malam. Tembok bagian atas ambruk dan menimpa enam unit ruko di bawahnya,” ujar Ipda Warsito, saat dikonfirmasi pada Sabtu Pagi (17/1/2026). 


Enam ruko yang terdampak masing-masing merupakan ruko bakso dan mie ayam milik Mbak Anief, Salon Astri, Estetik Stiker, serta tiga unit ruko yang dalam kondisi kosong. Bangunan ruko tersebut diketahui dibangun pada tahun 2007.


Berdasarkan keterangan saksi, Sulastri, hujan mulai turun sekitar pukul 18.30 WIB. Sekitar pukul 19.15 WIB, saksi yang merupakan pemilik Salon Astri sempat mendengar suara gemuruh dari bagian atas bangunan. Namun, tidak terlihat kerusakan saat dilakukan pengecekan. Selang 15 menit kemudian, suara gemuruh kembali terdengar lebih keras hingga akhirnya tembok bagian atas roboh.


Dalam kejadian tersebut, dua warga yang sedang berteduh di salah satu ruko turut menjadi korban. Korban pertama, Tahayu (60), warga Kedungwuni, mengalami luka lecet di tangan kiri. Sementara korban kedua, Arga Ardiansyah (13), pelajar asal Wonopringgo, mengalami luka lecet pada punggung dan kaki kanan.


“Kedua korban mengalami luka ringan dan sudah diberikan pertolongan pertama oleh petugas di lokasi,” kata Ipda Warsito.


Selain korban luka, robohnya tembok juga merusak dua unit sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi, masing-masing Honda PCX dan Suzuki Smash. Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan adanya pelapukan struktur bangunan. Sejumlah besi penyangga ditemukan sudah berkarat dan tidak mampu menahan beban saat hujan deras.


“Struktur bangunan diduga sudah tidak kokoh lagi, terlebih saat diguyur hujan deras. Dari hasil pengecekan, banyak besi struktur yang sudah berkarat karena usia bangunan,” tambahnya.


Hingga saat ini, lokasi kejadian telah diamankan pihak kepolisian guna mengantisipasi potensi robohan susulan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di puncak musim hujan.


 “Kami terus menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (*) 

Lebih baru Lebih lama