Koordinator KAKI Cecep Cahyana Tegaskan Kritik Ormas Bukan Kegaduhan, Tapi Kontrol Sosial


Sambar.id Karimun – Koordinator Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Cecep Cahyana, menanggapi pernyataan Ketua DPD Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib) Prabowo–Gibran Kabupaten Karimun, Jantro Butar-Butar, yang menuding adanya ormas dari luar daerah membuat kegaduhan dan mengganggu iklim investasi di Kabupaten Karimun.


Cecep Cahyana menegaskan bahwa kritik yang disampaikan oleh LSM maupun ormas merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin undang-undang, bukan bentuk kegaduhan sebagaimana yang dituduhkan.


“Jangan semua kritik dianggap kegaduhan. Kalau ada ormas atau LSM menyoroti dugaan penyimpangan, pungutan liar, atau praktik tidak sehat, itu justru bentuk kepedulian terhadap daerah,” tegas Cecep,kamis (29/01/2026).


Menurutnya, iklim investasi justru akan rusak bila praktik-praktik yang melanggar hukum dibiarkan tanpa pengawasan, bukan karena adanya kritik di media sosial atau pemberitaan.


“Investor yang sehat itu mencari daerah yang bersih, transparan, dan taat hukum. Bukan daerah yang menutup mata terhadap dugaan penyimpangan lalu menyalahkan pengkritik,” ujarnya.


Cecep juga menyoroti pernyataan yang menyebut ormas tertentu belum terdaftar di Kesbangpol Karimun. Ia mengingatkan agar jangan menggiring opini publik tanpa dasar hukum yang jelas.


“Status administrasi ormas itu ranah pemerintah. Kalau ada dugaan belum terdaftar, silakan tempuh mekanisme resmi, bukan dijadikan alat untuk membungkam suara kritis,” katanya.


Lebih lanjut, Cecep menegaskan bahwa LSM atau ormas, baik dari dalam maupun luar daerah, memiliki hak yang sama untuk melakukan pengawasan, selama dilakukan sesuai hukum dan bertujuan menjaga kepentingan masyarakat.


“Kami di juga di lsm selalu mengedepankan data, fakta, dan aturan hukum. Kalau ada pihak merasa dirugikan, silakan klarifikasi secara terbuka, bukan malah melabeli kritik sebagai ancaman ekonomi,” tegasnya.


Ia menutup dengan ajakan agar semua elemen, termasuk ormas pendukung pemerintah, tidak alergi terhadap kritik dan bersama-sama menjaga Kabupaten Karimun agar bersih dari praktik-praktik yang merugikan rakyat.


“Kondusif itu bukan berarti diam. Kondusif itu berani jujur, transparan, dan berani memperbaiki kesalahan demi masa depan Karimun,” pungkas Cecep Cahyana.


Dilain pihak Ketum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, kita mengajak semua pihak, baik itu LSM maupun ormas, sebagai tupoksi melakukan kritik dengan tujuan perbaikan dalam bingkai NKRI, dan mengenai investasi siapapun harus mendukung, tetapi investasi yang menjalankan peraturan yang ada, jangan sampai investasi ilegal, saat ini pemerintah pusat sedang menata investasi yang sudah berjalan dan yang akan berjalan, harus sesuai dengan regulasi yang ada. 


Dan kita selaku kontrol sosial, jangan sekali - kali teriak di media tetapi ujung - ujungnya kepentingan membela yang salah dan saya menghimbau kepada rekan-rekan media agar dalam menerbitkan berita carilah narasumber yang kredibel, jangan katanya - katanya, tetapi hanya beropeni saja di media, kita harus bicara berdasarkan fakta dan data dalam mengkritisi dengan tujuan perbaikan demi kepentingan publik, bukan pribadi.(Guntur) 

Lebih baru Lebih lama