Melalui Ops Aman Nusa II, Polres Donggala Gercep Bangun Akses Jembatan Darurat Labuan Tanantovea

POLRES DONGGALA menunjukkan aksi nyata dalam pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah/F-Hms Polres Donggala.


SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng- Kepolisian Resor (Polres) Donggala menunjukkan aksi nyata dalam pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses mobilitas warga yang terisolasi dengan membangun jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma dan Desa Labuan Lumbubaka, Kecamatan Tanantovea.


Pembangunan infrastruktur darurat ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari personel Brimob Polda Sulteng, TNI AD, BPBD, hingga masyarakat setempat. Jembatan darurat tersebut dibangun menggunakan kombinasi gorong-gorong dan batang kelapa guna memastikan kendaraan serta pejalan kaki dapat melintas kembali.


Gerak Cepat di Titik Vital


Kapolres Donggala, AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., turun langsung ke lapangan untuk memimpin jalannya pembangunan. Menurutnya, pemulihan jembatan adalah prioritas utama untuk menjamin distribusi bantuan dan aktivitas sosial-ekonomi warga tidak lumpuh total.


"Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga memastikan akses masyarakat kembali terbuka. Jembatan darurat ini sangat krusial agar aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga bisa segera pulih," tegas AKBP Angga Dewanto.


Pengerjaan dilakukan secara intensif. Di Desa Labuan Lumbubaka, petugas memasang sedikitnya 14 unit gorong-gorong menggunakan alat berat ekskavator untuk menyambungkan akses menuju Desa Labuan Toposo. 


Sementara di Desa Labuan Kungguma, personel gabungan memanfaatkan material lokal seperti batang kelapa demi percepatan akses.


Data Dampak Bencana


Berdasarkan data terkini hingga pertengahan Januari 2026, banjir bandang memberikan dampak signifikan di beberapa desa:


Desa Labuan Kungguma: 


Terdampak pada ratusan jiwa, dengan satu unit rumah hanyut dan putusnya jembatan penghubung utama menuju Desa Wani III.


Desa Labuan Lumbubaka: 


Sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan utama pada jembatan gantung yang menghubungkan wilayah tersebut ke desa tetangga.


Secara keseluruhan di Kabupaten Donggala, tercatat 10 jembatan mengalami kerusakan, 4 rumah hanyut, dan ratusan rumah lainnya tergenang lumpur. Meski demikian, kepolisian mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.


Operasi Aman Nusa II Berlanjut




Meski status Tanggap Darurat Bencana secara resmi berakhir pada 15 Januari 2026, Polri tetap melanjutkan misi kemanusiaan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026. 


Sebanyak 92 personel Polres Donggala dan 102 personel Sat Brimobda Sulteng dikerahkan untuk membantu warga.


Selain pembangunan jembatan, tim gabungan juga fokus pada:


Pembersihan Material: Menyingkirkan lumpur dari pemukiman warga dan fasilitas umum (Sekolah, Masjid, dan Kantor KUA).


Pelayanan Kesehatan: Tim Dokkes Polda Sulteng memberikan pemeriksaan medis gratis bagi warga terdampak.


Suplai Air Bersih: Pengerahan mobil Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.


Normalisasi Sungai: BPBD melakukan perbaikan irigasi guna mencegah potensi banjir susulan.


Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Donggala terpantau aman dan kondusif. Polri berkomitmen akan terus mendampingi masyarakat hingga seluruh proses pemulihan infrastruktur dan sosial benar-benar tuntas.***


Sumber : Humas Polres Donggala.

Lebih baru Lebih lama