Musdes Karang Rahayu Bekasi: Bahas Prioritas Pembangunan 2026 di GOR LDII

SAMBAR.ID, JABAR |

Kabupaten Bekasi - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Rahayu menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) guna menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga agar pembangunan desa berjalan lebih tepat sasaran.


Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) LDII, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (10/1/2026). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini memiliki agenda utama berupa penyelarasan rencana program kerja desa.


Kehadiran Berbagai Elemen Masyarakat


Sejumlah pihak menghadiri musyawarah penting ini. Berdasarkan pantauan di lokasi, Penjabat (Pj) Kepala Desa Karang Rahayu hadir bersama jajaran perangkat desa, Bimaspol, serta Babinsa TNI AD.


Selain aparat keamanan, elemen masyarakat juga memenuhi ruangan. Peserta meliputi Ketua RT dan RW, pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Karang Taruna, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kader PKK, petugas Posyandu, hingga tokoh masyarakat setempat.


Fokus pada Aspirasi Warga

Ketua BPD Karang Rahayu, Chepy Sahrul Sidiq, SM, menegaskan bahwa Musdes ini merupakan langkah awal yang krusial dalam perencanaan pembangunan desa. Ia menyebut keterlibatan masyarakat sangat diperlukan agar rencana pembangunan tahun 2026 mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.


"Kegiatan ini merupakan wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi. Kami ingin memastikan pembangunan pada tahun anggaran mendatang dapat terakomodasi dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ujar Chepy dalam keterangannya, Sabtu (10/1).


Pemerintah Desa dan BPD akan menyaring usulan prioritas melalui forum ini. Fokus utama mencakup sektor infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan layanan kesehatan desa.


Prioritas Penanganan Sampah Liar


Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Karang Rahayu, Karya, menekankan komitmen pemerintah desa dalam menangani masalah lingkungan. Ia menyoroti penanganan tumpukan sampah liar yang meresahkan warga.


Karya menegaskan bahwa pihak desa akan mengerahkan unit Linmas pada Senin mendatang. Tim akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah di beberapa titik, termasuk wilayah RT 01.


"Hari Senin akan dibantu diangkut semua. Saya sudah menghubungi Kepala Dinas langsung karena kasihan warga kalau sampah terus menumpuk. Untuk biaya operasional petugas, silakan minta ke bendahara, itu urusan saya," kata Karya.


Menampung Usulan Warga


Selain masalah sampah, Musdes ini juga menangkap berbagai aspirasi lain. Warga mengusulkan perbaikan musala, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, hingga pengembangan BUMDes.


Karya menjelaskan bahwa ia tetap memprioritaskan kepentingan warga Karang Rahayu meski memiliki kesibukan di dua kantor. Ia berupaya menyelesaikan masalah klasik di wilayah tersebut.


"PR di desa ini biasanya seputar jalan, sampah, dan banjir. Jika anggarannya tersedia, kita prioritaskan. Saya terbuka untuk semua usulan kegiatan warga," tambahnya.


Musdes ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen RKPDes 2026 yang transparan. Hasil akhir musyawarah diharapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi.


Sumber: Pemdes/BPD Karang Rahayu 

Pewarta: A.Rifai

(SBR/AR/Red)

Lebih baru Lebih lama