Sambar id Gayo lues, Aceh –Medan jalan di Desa Remukut, Kabupaten Gayo lues, Sabtu, 10 Januari 2026, berubah menjadi tantangan ekstrem.
Lumpur pekat menutup hampir seluruh badan jalan, membuat setiap roda mobil terperangkap dan bergelut dengan tanah basah.
Namun, TNGL 4x4 tidak berhenti. Misi kemanusiaan mengantarkan sembako bagi korban banjir bandang menjadi motivasi yang lebih kuat daripada rintangan alam.
Ketika akhirnya sampai di posko, suasana haru menyelimuti. Warga terkejut melihat wajah-wajah yang familiar—saudara mereka sendiri, yang kini tinggal di luar desa, hadir membawa bantuan. Air mata pecah di pipi warga, antara lega dan terharu.
“Alhamdulillah, masih ada warga kami yang peduli meski jauh. Kami menerima bantuan ini dengan haru… rasanya seperti disambut oleh keluarga sendiri,” ujar seorang warga sambil meneteskan air mata.
Ia menambahkan, “Kamu keturunan desa ini. Jangan lupakan desa ini.”
Pengorbanan TNGL 4x4 bukan sekadar menembus lumpur. Ini adalah simbol keteguhan, kepedulian, dan tanggung jawab kepada asal-usul.
Di tengah bencana, kisah ini mengingatkan bahwa akar dan rasa kemanusiaan tidak mudah hilang—bahkan ketika tanah desa remukut terendam banjir, hati para perantau tetap bersatu untuk membantu.
Laporan: Idris








