Akses Jembatan Palu IV Resmi Dibuka, Walkot Hadianto: Jadi Landmark Baru Sulteng

CAPTION : Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang Razak S.T, M.T saat memberikan sambutan di agenda Open Traffic Jembatan Palu IV/F-Sambar.Id


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Arus lalu lintas di Jembatan Palu IV dan ruas jalan elevated (jalan layang) resmi dibuka untuk umum (open traffic) mulai hari ini. Peresmian ini menandai babak baru penataan kawasan pesisir Kota Palu pascabencana, sekaligus menghadirkan ikon infrastruktur baru di Sulawesi Tengah.


Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang Razak S.T, M.T, menjelaskan bahwa pembukaan akses ini dilakukan setelah melalui proses pengerjaan intensif oleh para kontraktor, konsultan, dan tenaga kerja. 


Ia menegaskan bahwa operasional jembatan ini bertujuan untuk menjamin kesinambungan transportasi di wilayah Kota Palu.


"Tujuan dari open traffic ini adalah memastikan manfaat jembatan dan jalan elevated ini dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi dan mobilitas di Kota Palu," ujar Bambang, Jum'at (13/2/2026) kepada awak media disela sela peresmian open Traffic Jembatan Palu IV.


Larangan bagi Pejalan Kaki dan PKL


Meski telah dibuka, pihak BPJN memberikan catatan tegas mengenai aspek keselamatan. Bambang menekankan bahwa ruas jalan elevated dari arah jalan Cumi-Cumi menuju Penggaraman tidak didesain untuk pejalan kaki maupun pesepeda.


"Jalur ini akan didominasi kendaraan berat dengan kecepatan tinggi karena tidak adanya simpang sebidang. Faktor kecepatan angin yang tinggi juga menjadi alasan mengapa pejalan kaki dan pesepeda dilarang melintas demi keselamatan bersama," tambah Bambang. 


Selain itu, aktivitas berjualan di sepanjang jalur lalu lintas juga dilarang keras guna menjaga ketertiban dan kelancaran arus kendaraan.


Penataan Kawasan Wisata




Menanggapi pembatasan tersebut, Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid S.E menyatakan bahwa Pemerintah Kota Palu telah menyiapkan proyek pendamping untuk mengakomodasi ekspektasi masyarakat yang ingin menikmati keindahan kawasan pesisir (Waterfront).


"Kami sudah menyiapkan proyek di kawasan pesisir bawah agar masyarakat tetap bisa memanfaatkan area coastal dan waterfront tanpa mengganggu jalur utama jembatan. Pekerjaan akan dimulai tahun ini dan ditargetkan rampung tahun depan dalam dua tahap," ungkap Hadianto.


Hadianto juga menyebutkan bahwa Jembatan Palu IV bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan telah menjadi landmark kebanggaan daerah.


"Ini adalah pekerjaan besar, mungkin satu-satunya di Sulawesi Tengah. Kami ingin kawasan ini tertib, rapi, dan mampu dioptimalkan ruang-ruangnya untuk masyarakat dengan tetap memprioritaskan keselamatan," tegasnya.


Terkait pengelolaan, BPJN Sulteng berencana melakukan serah terima aset jembatan dan jalan layang ini kepada Pemerintah Kota Palu pada April 2026 mendatang. 


Setelah serah terima dilakukan, Pemkot Palu akan bertanggung jawab penuh atas biaya pemeliharaan rutin, berkala, serta regulasi pemanfaatan kawasan tersebut.**



Lebih baru Lebih lama