SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Ketua Asosiasi Pengusaha Penyelenggara Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Kartini Malarangan, angkat bicara terkait viralnya variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Ia memastikan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan menu disusun berdasarkan standar ahli gizi.
Dalam pernyataan resmi melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (25/2/2026), Kartini menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp15.000 per porsi dikelola melalui sistem transfer langsung ke vendor menggunakan virtual account.
"Semua belanja tidak ada yang dibayar tunai. Tidak ada celah bagi pengelola dapur Satuan Pelayanan (SPPG) untuk menyelewengkan dana karena jika ada dana lebih, uang tersebut tetap mengendap di akun untuk belanja berikutnya," tegas Kartini.
Peran Ahli Gizi dan Variasi Menu
Menanggapi kritik masyarakat mengenai perbedaan menu di setiap wilayah, Kartini menjelaskan bahwa setiap SPPG memiliki ahli gizi masing-masing.
Ahli gizi inilah yang bertanggung jawab menyusun perencanaan menu harian agar asupan nutrisi tetap seimbang.
Ia menekankan bahwa fokus utama program ini adalah pemenuhan gizi, bukan sekadar kuantitas atau rasa.
"MBG adalah Makanan Bergizi Gratis, bukan makanan kenyang bergizi atau enak bergizi. Yang diutamakan adalah keseimbangan asupan gizi, meski menu terlihat sederhana," imbuhnya.
Tahap Evaluasi
Mengingat pelaksanaan MBG saat ini bertepatan dengan awal bulan Ramadan, pihak asosiasi mengakui bahwa program ini masih dalam tahap penyesuaian.
Audit ketat terus dilakukan terhadap pengelola dapur untuk menjaga akuntabilitas.
Sebagai bentuk keterbukaan APPMBGI Sulteng juga membuka layanan aduan bagi masyarakat yang menemukan kendala atau penyimpangan di lapangan selama pelaksanaan program berlangsung.**




.jpg)





