SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Visi besar Menteri Desa, Yandri Susanto, untuk mewujudkan Desa Anti Korupsi di Sulawesi Tengah tampaknya menemui ganjalan di lapangan. Baru hitungan hari setelah peluncuran program tersebut di Kantor Gubernur (6/2/2026), sebuah potret kontras justru muncul dari Desa Taripa, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.
Proyek pembangunan Jembatan Gantung Kantong Produksi tahun anggaran 2025 senilai lebih dari Rp200 juta ditemukan dalam kondisi terbengkalai dan tak kunjung usai. Jembatan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi warga ini kini justru menjadi monumen mubazir.
Anggaran Ratusan Juta, Upah Buruh Hanya Belasan Juta
Dugaan ketidakberesan mulai tercium dari ketimpangan antara pagu anggaran dan realisasi upah di lapangan. Berdasarkan pengakuan pekerja, mereka hanya menerima bayaran sebesar Rp 16 juta untuk pengerjaan proyek bernilai ratusan juta tersebut.
"Uangnya tidak lancar, makanya tukang tidak mau kerja lagi. Ini dikerjakan secara mandiri oleh pemerintah desa sebagai pelaksana, bukan perusahaan," ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (10/2/2026).
Daftar Masalah yang Memanjang
Tak hanya persoalan jembatan, transparansi pengelolaan anggaran di Desa Taripa kini tengah menjadi sorotan tajam warga.
Berikut adalah poin-poin krusial yang ditemukan di lapangan:
* Proyek Mangkrak: Jembatan gantung tahun 2025 yang seharusnya selesai tepat waktu kini dibiarkan terbengkalai.
* Ketidaksesuaian Papan Proyek: Realisasi fisik diduga kuat tidak sebanding dengan angka yang tertera pada papan kegiatan.
* Janji Rumah Layak Huni: Pengadaan rumah layak huni tahun 2025 dengan anggaran Rp26.276.000 hingga saat ini dilaporkan belum terealisasi sama sekali.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar dari masyarakat setempat mengenai komitmen Pemerintah Desa Taripa dalam mendukung semangat "Desa Anti Korupsi" yang baru saja diresmikan oleh pemerintah pusat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tersendatnya proyek-proyek tersebut.**









