Sambar.id, Manado, – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan komitmen penuh Kejaksaan dalam mendukung program strategis nasional selama kunjungan kerjanya di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada Senin-Selasa (24-25/2/2026).
Dalam arahannya, Jaksa Agung memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Adhyaksa Sulawesi Utara atas dedikasi dan profesionalisme mereka. “Capaian kinerja di Sulawesi Utara patut diapresiasi, serapan anggaran 2025 mencapai 99,2%, sementara realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) menembus Rp22 miliar, atau 173,32% dari target,” ujarnya.
Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan akan mendukung sepenuhnya Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, khususnya dalam memperkuat reformasi hukum dan pemberantasan korupsi. Di Sulawesi Utara, dukungan ini diwujudkan melalui pendampingan Bidang Intelijen terhadap 6 Proyek Strategis Nasional senilai Rp6,3 triliun, serta puluhan Proyek Strategis Daerah agar tepat waktu dan tepat sasaran.
Selain itu, Kejaksaan turut ambil peran dalam program sosial, seperti Makan Bergizi Gratis, dengan melakukan verifikasi terhadap 132 lahan yang diajukan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam bidang penegakan hukum, Jaksa Agung mendorong transformasi sistem penuntutan lebih humanis melalui keadilan restoratif. Meski sepanjang 2025 tercatat 66 perkara telah diselesaikan dengan pendekatan ini, Jaksa Agung memberi catatan penting mengenai urgensi pembentukan Balai Rehabilitasi di Sulawesi Utara.
Terkait pemberantasan korupsi, Jaksa Agung menekankan agar jajaran Kejaksaan tidak hanya fokus pada kasus kecil seperti Dana Desa, tetapi juga berani menangani perkara bernilai besar, dengan tetap menjaga profesionalisme dan integritas.
Jaksa Agung juga mengingatkan agar seluruh insan Adhyaksa mewaspadai strategi “corruptors fight back” yang bertujuan mendiskreditkan institusi. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah institusi, bijak menggunakan media sosial, dan menghindari gaya hidup mewah. “Kepercayaan publik adalah tolok ukur utama keberhasilan penegakan hukum,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacoeb Hendrik Pattipeilohy, Kepala Pusat Penerangan Hukum Anang Supriatna, Kepala Biro Umum RD Muhammad Teguh Darmawan, Kepala Biro Kepegawaian Sri Kuncoro, Asisten Umum Asep Sontani Sunarya, Asisten Khusus Jaksa Agung Haryoko Ari Prabowo, para Asisten, dan para Kepala Kejaksaan Negeri beserta jajaran.




.jpg)





