Sambar.id CIANJUR - Keracunan MBG kembali terjadi, kali ini di Cikalongkulon, Kadupandak, dan Sukanagara mengakibatkan Selasa lalu yang mengakibatkan korban siswa sebanyak 204 orang. Mayoritas korban merupakan anak-anak usia di bawah 10 tahun yang berstatus sebagai siswa SD dan PAUD di wilayah Cikalongkulon, Kadupandak dan Sukanagara.
Selain para pelajar, sejumlah orang tua murid yang ikut mencicipi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut juga harus dilarikan ke puskesmas karena mengalami mual hebat, pusing, hingga muntah-muntah.
Kapolsek Cikalongkulon, menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan investigasi mendalam terhadap menu makanan yang para siswa konsumsi. Berdasarkan laporan warga, muncul kecurigaan pada lauk ayam suwir yang tercium aroma tidak sedap sebelum dikonsumsi.
Polisi telah mengamankan seluruh sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna mengungkap penyebab pasti dari peristiwa memilukan ini.
Aktivis Nasional Putri Nabila Damayanti, SH yang juga Asli Kecamatan Pacet Cipanas, Cianjur menyayangkan akan hal tersebut, karena beberapa waktu lalu sudah mengimbau dan menyarankan agar Pelaksanaan MBG dilakukan oleh Masing-masing Sekolah saja bukan pihak ketiga.
"Jika Pelaksana MBG dilakukan oleh pihak Sekolah, ini akan lebih praktis, sehat dan terjaga kebersihannya, otomatis tidak akan terjadi keracunan," ungkap Putri Nabila Damayanti, SH kepada awak media pada Minggu (01-02-2026)
“Lagi pula kalau pengelolaan MBG Dilakukan oleh Pihak Sekolah, akan lebih mengetahui menu yang disukai anak-anak, tentunya yang bernilai gizi”, ulas Putri.
Putri juga menekankan Begitu Pentingnya MBG dikelola oleh Pihak Sekolah
“Jika MBG tersebut dikelola oleh Pihak Sekolah, maka MBG tidak akan menjadi Proyek para Pengusaha dengan keuntungan yang lumayan tiap harinya, tapi ini menjadi Pemasukan / Tambahan Buat Guru-guru di Sekolah,” tutur Putri menutupi. (Megy)








