Menu MBG yang Diterima Diduga Busuk, Pemdes Buniwangi Undang Dua SPPG Untuk Berikan Klarifikasi


SAMBAR.ID | SUKABUMI - Warga Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 16 detik yang memperlihatkan telur dalam kondisi diduga busuk yang disebut-sebut berasal dari program MBG dan diperuntukkan bagi bayi usia 1 sampai 5 tahun. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (23/02/2026).


Dalam video yang beredar, tampak telur dalam kondisi tidak layak konsumsi. Pada keterangan (caption) video tersebut tertulis, “ieu MBG mana euy astaghfirullah hal adzim pada busuk masyaallah, bukan untuk gizi inimah untuk membunuh.” Unggahan itu pun menuai perhatian dan kekhawatiran masyarakat.


Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian tersebut dibenarkan oleh salah seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebutkan bahwa telur tersebut dibagikan untuk bayi usia 1 hingga 5 tahun melalui kader di wilayahnya.


"Jangankan untuk dimakan oleh anak saya, saya juga lihatnya jijik. Katanya untuk gizi, ini malah bukan untuk gizi masa untuk gizi tapi telur busuk. Di wilayah ini bukan hanya saya saja. Kalau satu mungkin ada kesalahan atau apa, tapi ini banyak yang menerima, hampir semua kayak gini. Tidak bisa dimakan sama sekali, sudah busuk," ujarnya.


Padahal, program MBG diketahui sebagai program yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak, khususnya bayi dan balita, guna mendukung tumbuh kembang yang optimal. Dengan adanya kejadian ini, banyak pihak menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan, pengawasan kualitas, serta distribusi bahan pangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


Menanggapi keluhan warga terkait dugaan penyaluran telur busuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak usia 1 sampai 5 tahun.



Kepala Desa Buniwangi, Hermawan Rudiansyah, dalam pernyataannya pada Sabtu (28/02/2026) menyampaikan bahwa pihaknya menerima aduan masyarakat mengenai kualitas telur yang diduga sudah tidak layak konsumsi.


"Saya menanggapi aduan dari masyarakat terkait telur busuk dari MBG. Maka dari itu kami selaku Pemerintah Desa Buniwangi akan memanggil SPPG yang masuk ke Desa Buniwangi. Kami akan mempertanyakan kepada pengelola MBG yang kemarin menyuplai ke Buniwangi. Saya juga akan mempertanyakan kenapa bisa ada telur busuk yang disalurkan," ujar Hermawan.


Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Desa Buniwangi mengundang dua dapur penyedia MBG, yakni MBG Jayanti dan MBG Patuguran, untuk hadir dalam pertemuan yang akan dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 09.00 WIB di Kantor Desa Buniwangi. Pertemuan tersebut rencananya akan dihadiri oleh para penerima manfaat serta tokoh masyarakat.


Hermawan menegaskan, pihak desa ingin mendapatkan penjelasan langsung dari pengelola MBG sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.


"Apabila surat undangan kami tidak diindahkan oleh pihak MBG, maka kami akan menutup akses bagi MBG yang masuk ke Desa Buniwangi. Namun apabila mereka hadir dan bersedia berdiskusi serta berkomitmen agar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali, maka kami akan memberikan kesempatan dengan catatan ada perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat," tegasnya.


Masyarakat dan Pemerintah Desa Buniwangi menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat program MBG, serta memastikan setiap penyedia layanan bertanggung jawab atas distribusi makanan yang layak dan sehat.




(Hans) 

Lebih baru Lebih lama