SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Situasi keamanan di Desa Towiora, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, dilaporkan mulai stabil dan kondusif pasca terjadinya konflik antara Aliansi Masyarakat Desa Towiora dengan pihak PT Lestari Tani Teladan (LTT).
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (09/02/2026), aparat kepolisian dari berbagai satuan terus melakukan monitoring intensif di wilayah Afdeling Kilo guna memastikan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Monitoring Wilayah dan Pengamanan Ketat
Hingga Senin siang, personel gabungan yang terdiri dari BKO Dit Samapta Polda Sulteng, Sat Samapta, Sat Intelkam, Sat Reskrim Polres Donggala, serta Polsek Rio Pakava masih bersiaga di lokasi.
Meski aktivitas warga aliansi saat ini hanya berkumpul di pondok masing-masing tanpa ada pergerakan massa, karyawan PT LTT di tiga afdeling tetap menjalankan rutinitas panen dan perawatan sawit di area sengketa.
Kapolsek Rio Pakava IPTU Afif Ali bersama Kasat Samapta Polres Donggala AKP Riflan juga telah berkoordinasi dengan pihak manajemen perusahaan (KATU dan CDO PT LTT) terkait penempatan pos pengamanan dan langkah-langkah penyelesaian konflik.
Langkah Persuasif dan Penegakan Hukum
Pihak kepolisian mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah bentrokan susulan, di antaranya:
Penggalangan Tokoh: Melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh aliansi, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa untuk meredam tensi.
Penyekatan Jalan: Mengerahkan satu kompi BKO Samapta Polda Sulteng untuk melakukan penyekatan di akses masuk area sengketa.
Patroli Dialogis: Meningkatkan patroli ke pondok-pondok masyarakat dan basecamp perusahaan guna memberikan imbauan terkait proses penanganan sengketa yang sedang berjalan di tingkat Pemprov dan Pemda.
Penegakan Hukum: Melakukan penyelidikan profesional terhadap aktor utama dan pelaku tindak pidana dalam konflik tersebut.
Kapolres Donggala Jenguk Korban di RSUD Undata
Di sisi lain, perhatian terhadap aspek kemanusiaan juga menjadi prioritas. Pada Senin sore sekitar pukul 15.00 Wita, Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., didampingi Kasi Dokkes Polres Donggala, melakukan asistensi langsung terhadap korban konflik di RSUD Undata Palu.
Salah satu korban, Arda alias Roca, dilaporkan mengalami perkembangan medis yang signifikan. Berdasarkan keterangan petugas ICU, ventilator dan selang makan pasien telah dilepas karena kesadarannya telah pulih sepenuhnya.
"Pasien sudah bisa berkomunikasi dengan baik dan tanda vital normal. Saat ini rencana akan dilakukan transfusi darah tambahan untuk menstabilkan kadar HB-nya sebelum tindakan medis selanjutnya," ujar petugas medis.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres memberikan suntikan semangat dan menyerahkan tali asih berupa bingkisan kepada korban.
"Fokus saja pada pemulihan dan penyembuhan, tidak usah memikirkan permasalahan sengketa. Polres Donggala hadir untuk membantu," pesan AKBP Angga kepada korban.
Selain Arda, dua korban lainnya, yakni Budi dan Pudding, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pasangkayu. Secara umum, situasi di wilayah Kecamatan Rio Pakava saat ini terpantau aman dan terkendali di bawah pengawasan ketat aparat keamanan.**/Tim Red.
Sumber : Hms Polres Donggala.









