Sambar.id, Rokan Hilir - Pada Hari Rabu Tanggal 25 Februari 2026 Biro Redaksi Rohil Kembali Berikan Informasi Publik" Tiga Personel Jajaran Polda Riau Dinyatakan Positif Menggunakan Narkotika/ Narkoboy Usai Menjalani Tes Urin Serentak yang Digelar di Mapolda Riau dan 12 polres jajaran pada Senin, 23 Februari 2026.
Tes urin tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai langkah memastikan seluruh anggota Polri di wilayah hukum Polda Riau bebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Pemeriksaan dilakukan tanpa pengecualian, mulai dari Kapolda, Wakapolda, pejabat utama, kapolres hingga personel di tingkat polsek.
Dari hasil pemeriksaan, satu personel di tingkat Polda Riau dinyatakan positif urin mengandung zat metamfetamin.
"Sementara dua personel lainnya yang bertugas di Polres Dumai dan Polres Pelalawan juga terdeteksi mengandung zat yang sama.
Ketiga personel tersebut akan menjalani proses pendalaman lebih lanjut. Penanganan kasus mengacu pada Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri (KKEP).
Proses pemeriksaan akan dilakukan oleh Propam hingga sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto Wani Pandra Arsyad, menyatakan tes urin mendadak ini menjadi pesan tegas bahwa seluruh personel wajib menjaga integritas dan profesionalisme.
Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota yang terbukti menyalahgunakan narkotika.
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah dan integritas institusi.
Dalam pelaksanaan tes di Mapolda Riau, Kapolda turut menjalani prosedur pemeriksaan urin bersama personel lainnya tanpa perlakuan khusus.
Polda Riau memastikan anggota yang terbukti sebagai pengguna akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan. Jika terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkotika, proses hukum pidana juga akan diterapkan tanpa kompromi.
Tes urin tanpa pemberitahuan ini disebut sebagai bentuk pengawasan internal berkelanjutan guna mewujudkan Polri yang presisi, bersih, dan berintegritas.( Dikutip tvOne)
Laporan:Tim Jurnalis ((Legiman))





.jpg)





