Pekerja Tambang di Morowali Ditemukan Meninggal Dunia Tertimbun Material, Berikut Laporannya

TIM SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua unit (SRU). Setelah melakukan pencarian intensif di titik koordinat 2^\circ49'18.0"S - 122^\circ09'30.4"E, tim berhasil mengevakuasi korban/F-Hms Basarnas Palu.


SAMBAR.ID, Morowali, Sulteng - Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material dalam kecelakaan kerja di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR gabungan pada Kamis (19/2/2026) pagi.


Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (18/2) sekitar pukul 15.15 WITA. Korban diidentifikasi bernama Rahul (20). Pihak kantor SAR Palu baru menerima laporan resmi dari perwakilan perusahaan, Bapak Askur, pada sore hari pukul 17.15 WITA.


Kepala Kantor SAR Palu, Moh. Rizal, menjelaskan bahwa operasi pencarian langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 58,7 kilometer dari Pos SAR Morowali.


"Tim SAR gabungan memulai operasi hari pertama pada Kamis pukul 07.30 WITA dengan melakukan asesmen di lokasi longsor untuk memastikan keberadaan korban," ujar Moh. Rizal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).


Hasil Operasi SAR


Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi dua unit (SRU). Setelah melakukan pencarian intensif di titik koordinat 2^\circ49'18.0"S - 122^\circ09'30.4"E, tim berhasil mengevakuasi korban.


*Pukul 09.45 WITA: Tim memastikan tidak ada lagi korban lain yang tertimbun di lokasi terdampak longsor.


*Pukul 10.00 WITA: Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.


Unsur yang Terlibat




Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, antara lain:


 * Tim Rescue Pos SAR Morowali

 * BPBD Kabupaten Morowali

 * Pihak Perusahaan (PT IMIP)

 * Masyarakat setempat


Adapun alat utama yang dikerahkan meliputi truk personil, peralatan komunikasi, serta peralatan medis dan evakuasi khusus. 


Kondisi cuaca di lokasi saat evakuasi berlangsung terpantau berawan dengan kecepatan angin rendah sekitar 2 km/jam.


Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.**


Source : Hms Basarnas Palu 


Lebih baru Lebih lama